Doktrin Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Masehi Advent Hari Ketujuh menerima Alkitab sebagai satu-satunya dasar kepercayaan yang pasti yang menjadi ajaran dari kitab suci. Kepercayaan-kepercayaan ini merupakan dasar keyakinan gereja dan pernyataan dari ajaran alkitabiah. Revisi dari pernyataan-pernyataan ini dibuat pada rapat General conference dimana gereja melalui Roh Kudus dituntun pada pengertian kebenaran Alkitab yang benar atau menemukan bahasa yang benar dalam menyatakan ajaran dari perkataan Allah yang suci.
1. Kitab Suci.
Kitab Suci, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang adalah perkataan Allah, diberikan melalui orang-orang pilihan Allah yang mendapat inpirasi sorga yang berbicara dan menulis karena gerakan Roh Kudus. Dalam perkataan-perkataan ini, Allah telah memberikan kepada manusia pengetahuan yang perlu mengenai keslamatan. Kitab suci adalah ungkapan yang sempurna dari keinginan Allah. Itu merupakan standar karakter, ujian pengalaman, satu-satunya penyingkap doktrin, dan catatan sejarah yang terpercaya dari perbuatan-perbuatan Allah. (2 Petrus 1:20, 21; 2 tim 3:16, 17 ; Maz 119:105; Ams 30:5, 6 ; Yes 8:20 ; Yoh 17:17; 1 Tes 2:13 ; Ibr 4:12)
2. Trinitas
Hanya ada satu Allah: Bapa, Anak , dan Roh Kudus, kesatuan dari tiga oknum kekekalan. Allah itu kekal, maha Kuasa, maha Tahu, diatas segala sesuatu, dan hadir dimana saja. Allah yang tak terbatas, melebihi pengertian manusia, dan dikenal melalui pernyataan diriNya sendiri. Ia selamanya disembah, dipuja dan dilayani oleh semua ciptaanNya. (Ul 6:4; Mat 28:19; 2 Kor 13:14; Efe 4:4-6; 1 Pet 1:2; 1 Tim 1:17; Wah 14:7).
3. Bapa
Allah, Bapa Kekal adalah Pencipta, Penyedia, Penopang dan berkuasa atas semua ciptaan. Ia adil dan suci, penuh kasih dan lemah lembut, lambat untuk marah, dan penuh dengan kesabaran dan kesetiaan. Kualitas dan kekuatanNya ditunjukkan didalam Anak dan Roh Kudus yang adalah juga merupakan gambaran Bapa.
(Kej 1:1; Wah 4:11; 1 Kor 15:28; Yoh 3:16; 1 Yoh 4:8; 1 Tim 1:17; Kel 34:6,7; Yoh 14:9)
4. Anak
Allah, Anak yang Kekal menjelma menjadi Yesus Kristus. MelaluiNya segala sesuatu diciptakan, sifat Allah dinyatakan, Keselamatan manusia digenapi, dan dunia di hukum. Selamanya adalah Allah, Ia menjadi manusia, Yesus Kristus. Ia lahir dari perawan Maria yang mengandung dari Roh Kudus. Ia hidup dan mengalami pencobaan sebagai manusia, tetapi dengan sempurna memberikan teladan kebenaran dan kasih Allah. Melalui mujizat-mujizatNya Ia menunjukkan kuasa Allah dan terbukti sebagai Mesias. Ia menderita dan mati dengan sukarela dikayu salib untuk dosa manusia dan pengganti manusia yang harus mati, kemudian Ia bangkit dari kematian dan naik ke kaabah sorga melayani kepentingan kita manusia. Ia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk menjemput umatNya yang sisa dan memulihkan segala sesuatu. (John 1:1-3, 14; Kol1:15-19; Yoh 10:30; 14:9; Rom 6:23; 2 Kor5:17; Yoh 5:22; Luk 1:35; Fil 2:5-11; Ibr 2:9-18; 1 Kor 15:3,4; Ibr 8:1,2; Yoh 14:1-3)
5. Roh Kudus
Allah, Roh Kekal ikut berperan dalam penciptaan bersama-sama dengan Bapa dan Anak, inkarnasi, dan penebusan. Ia mengilhami penulis Kitab Suci. Ia memberikan kekuatan dalam hidup Yesus. Ia menegur dan menghukum manusia; dan mereka yang menyambut panggilanNya, akan diperbaharui dan diubahkan sesuai dengan gambar Allah. Diutus oleh Bapa dan Anak untuk selalu mendampingi manusia, Ia memberikan karunia Roh kepada Jemaat, memberikan kekuatan untuk bersaksi bagi Kristus dan bersama-sama dengan Kitab Suci menuntun jemaat kepada Kebenaran. (Kej 1:1,2; Luk 1:35; 4:18; Kis 10:38; 2 Pet 1:21; 2 Kor 3:18; Efe 4:11, 12; Kis 1:8; Yoh 14:16-18, 26; 15:26,27; 16:7-13)
6. Penciptaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu, dan dinyatakan dalam kitabNya catatan yang asli dari kegiatan penciptaanNya. Dalam enam hari Tuhan menciptakan ‘langit dan bumi’ dan segala isinya dan berhenti pada hari yang ketujuh dari minggu pertama itu. Jadi Ia telah membuat hari Sabat sebagai tanda peringatan yang kekal dari pekerjaan penciptaanNya. Manusia pertama diciptakan menurut gambar Allah sebagai mahkota dari pekerjaan penciptaanNya, dan diberikan kuasa atas seluruh bumi, dan bertanggung jawab untuk menjaganya. Ketika dunia selesai dijadikan, Allah menyatakan itu ‘sungguh amat baik’ dan menyatakan kemuliaanNya.(Kej 1:2; Kel 20:8-11; Maz 19:1-6; 33:6,9; 104; Ibr 11:3.)
7. Sifat Alamiah Manusia
Laki-laki dan perempuan secara individu diciptakan sesuai dengan gambar Allah, dan diberikan kekuatan dan kebebasan untuk berpikir dan bertindak. Meskipun diciptakan sebagai mahluk yang bebas, tiap-tiap individu itu memiliki kesatuan yang tak dapat dibagi berupa tubuh, pikiran dan roh dimana kehidupan dan napas manusia bergantung hanya pada Allah saja. Ketika orang tua kita ini tidak menurut pada Allah, mereka menolak bergantung pada Allah dan jatuh dari posisinya yang mulia dibawah Allah. Gambar Allah dalam diri mereka sudah rusak dan mereka menjadi sasaran kematian. Keturunan mereka mewarisi sifat alamiah ini dan segala konsekwensinya. Mereka lahir dengan segala kelemahan dan kecenderungan mengikuti setan. Tapi Allah dalam Kristus mendamaikan dunia melalui diriNya dan Roh Kudus, memulihkan kembali keadaan manusia kedalam gambar dari pencipta mereka. Diciptakan untuk kemuliaan Allah, manusia dipanggil untuk mengasihi Dia dan sesamanya dan menjaga lingkungan mereka sendiri. (Kej 1:26-28; 2:7; Maz 8:4-8; Kis 17:24-28; Kej 3; Maz 51:5; Rom 5:12-17; 2 Kor 5:19,20; Maz 51:10; I Yoh 4:7,8,11,20; Kej 2:15).
8. Pertentangan terbesar.
Semua manusia sekarang terlibat dalam satu pertentangan terbesar antara Kristus dan Setan mengenai karakter Allah, HukumNya, dan kemahakuasaanNya atas bumi. Pertentangan ini bermula disorga ketika mahluk yang diciptakan Allah yang diberikan kuasa memilih, mengagungkan dirinya sendiri menjadi setan, menjadi musuh Allah dan mengakibatkan pemberontakan sebagian malaikat. Ia memperkenalkan roh pemberontakan juga ke dunia ini ketika ia Adam dan Hawa dituntun kepada perbuatan dosa. Manusia yang berdosa ini telah kehilangan gambar Allah dalam diri mereka, dunia menjadi kacau dan akhirnya dimusnahkan pada waktu Air Bah. Sedang dilihat oleh seluruh ciptaanNya, bumi ini menjadi arena pertentangan dunia, terlepas dari Allah yang penuh kasih yang akan segera membersihkan keadaan dunia ini. Untuk membantu umatNya dalam menghadapi pertentangan ini, Kristus mengirim Roh Kudusya dan malaikatNya yang setia untuk menuntun, melindungi dan membantu mereka pada jalan keselamatan. (Wah 12:4-9; Yes 14:12-14; Yeh 28:12-18; Kej 3; Rom 1:19-32; 5:12-21; 8:19-22; Kej 6-8; 2 Pet 3:6’ I Kor 4:9; Ibr 1:14).
9. Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan Yesus
Kesempurnaan kehidupan Kristus dalam menuruti kehendak Allah, penderitaanNya, Kematian,dan Kebangkitan, Allah menyediakan sarana penebusan untuk manusia yang berdosa, sehingga mereka yang oleh iman menerima penebusan ini akan memperoleh hidup yang kekal, dan seluruh cipataanNya akan mengerti dengan benar kasih yang suci dan luas dari penciptaNya. Penebusan yang sempurna ini meneguhkan hukum Allah yang benar dan kemuliaan sifatNya; kedua hal ini mengalahkan dosa dan menyediakan pengampunan untuk kita. Kematian Kristus adalah sebagai pengganti manusia dan ekspiatori, mendamaikan dan mengubah. Kebangkitan Kristus memproklamirkan kemenangan Allah atas kuasa setan, dan mereka yang menerima penebusan itu memastikan kemenangan terakhir atas dosa dan kematian. Peristiwa ini menyatakan keAllahan dari Yesus Kristus, dimana setiap lutut yang ada di sorga dan di bumi akan menyembahNya. (Yoh 3:16; Yes 53; I Pet 2:21,22; I Kor 15:3,4,20-22; 2 Kor 5:14,15,19-21; Rom 1:4; 3:25; 4:25; 8:3,4; I Yoh 2:2; 4:10; Kol 2:15; Fil 2:6-11).
10. Pengalaman Keselamatan
“Dalam kasih dan kemurahan yang tak terbatas, Allah menyediakan Kristus, yang tidak mengenal dosa, untuk berdosa bagi kita, agar didalam Dia kita bisa dijadikan sempurna dalam Allah. Dituntun oleh Roh Kudus kita merasakan keperluan kita, mengakui keberdosaan kita, bertobat dari kesalahan tersebut, dan mempraktekkan iman dalam Yesus sebagai Tuhan dan Kristus, sebagai Pengganti dan Contoh. Iman ini yang menerima keselamatan datang melalui kuasa Alkitab dan adalah pemberian dari kemurahan Allah. Melalui Kristus kita dikukuhkan, diangkat sebagai anak-anak Allah, dan dikirim dari penguasaan dosa. Melalui Roh Kudus kita dilahirkan kembali dan disucikan; Roh Kudus membaharui pikiran kita, menuliskan kasih hukum Allah dalam hati kita, dan kita diberi kuasa untuk beroleh hidup yang suci. BersamaNya kita menjadi pengikut dalam kehidupan surgawi dan mendapat kepastian keselamatan sekarang dan pada saat penghakiman. (2 Kor. 5:17-21; Yoh. 3:16; Gal. 1:4; 4:4-7; Titus 3:3-7; Yoh. 16:8; Gal 3:13, 14; 1 Pet. 2:21, 22: Rom. 10:17; Luk 17:5; Mark 9:23, 24; Efe. 2:5-10; Rom.3:21-26; Kol. 1:13, 14; Rom. 8:14-17; Gal. 3:26; Yoh. 3:3-8; 1 Pet. 1:23; Rom. 12:2; Ibr. 8:7-12; Yeh. 36:25-27; 2 Pet. 1:3, 4; Rom. 8:1-4; 5:6-10.)
11. Bertumbuh dalam Kristus
Oleh kematian-Nya di salib, Yesus menang atas kekuatan-kekuatan kejahatan. Dia yang menaklukkan roh-roh jahat selama pelayanan-Nya di atas dunia telah menghancurkan kuasa roh-roh itu serta memastikan kebinasaannya pada akhirnya. Kemenangan Yesus memberikan kemenangan kepada kita atas kekuatan-kekuatan jahat yang tetap berusaha mengendalikan kita, sementara kita berjalan bersama Dia dalam kedamaian, sukacita, dan kepastian akan kasih-Nya. Sekarang Roh Kudus tinggal di dalam kita serta memberi kuasa kepada kita. Dengan senantiasa teguh pada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, kita dibebaskan dari beban perbuatan-perbuatan kita masa lalu. Kita tidak lagi hidup dalam kegelapan, dalam ketakutan akan kuasakuasa kejahatan, dalam ketidaktahuan, dan dalam kesia-siaan dari cara hidup kita yang terdahulu. Dengan kebebasan baru dalam Yesus ini, kita dipanggil untuk bertumbuh ke dalam keserupaan dengan tabiat-Nya, dengan berhubungan erat dengan-Nya setiap hari dalam doa, dengan hidup dari sabda-Nya, dengan merenungkan sabda itu dan pemeliharaan-Nya, dengan menyanyikan pujian kepada-Nya, dengan berkumpul bersama untuk beribadah, dan dengan turut serta dalam tujuan misi gereja. Sementara kita memberikan diri kita dalam pelayanan yang penuh kasih kepada orang-orang di sekitar kita dan dalam bersaksi tentang keselamatan-Nya, kehadiran-Nya yang tetap menyertai kita melalui Roh itu mengubah setiap waktu dan setiap tugas menjadi suatu pengalaman rohani. (Mzm. 1:1, 2; 23:4; 77:11, 12; Kol. 1:13, 14; 2:6, 14, 15; Luk. 10:17-20; Ef. 5:19, 20; 6:12-18; 1 Tes. 5:23; 2 Ptr. 2:9; 3:18; 2 Kor. 3:17, 18; Flp. 3:7-14; 1 Tes 5:16-18; Mat. 20:25-28; Yoh. 20:21; Gal. 5:22-25; Rm. 8:38, 39; 1 Yoh. 4:4; Ibr. 10:25).
12. Gereja
“Gereja adalah komunitas orang-orang percaya yang mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Slamat. Dalam ketersambungan dengan umat Allah di perjanjian lama, kita di panggil dari dunia ini; dan kita bergabung untuk berbakti, untuk kebersamaan, untuk instruksi dari Alkitab, untuk perayaan perjamuan Allah, untuk pelayanan pada semua manusia, dan untuk pekabaran injil ke seluruh penjuru bumi. Gereja mendapatkan kuasa dari Kristus, yang merupakan penghidupan dari tulisan dalam Alkitab, dan dari perkataan Kitab Suci tersebut. Gereja adalah keluarga Allah; diangkat olehNya sebagai anak-anak, anggota-anggotanya hidup dalam fondasi perjanjian yang baru. Gereja adalah tubuh Kristus, komunitas iman yang mana Kristus sendiri adalah pemimpinnya. Gereja adalah pengantin dimana Kristus telah mati agar Ia dapat menyucikan dan membersihkan pengantin tersebut. Dalam kedatangan kemenanganNya, Ia akan menunjukkan gereja yang mulia, yang beriman dari segala masa, pembeliaan dari darahNya, tidak memiliki noda atau kusut, tapi suci dan tanpa kesalahan. (Kej. 12:3; Kis. 7:38; Efe. 4:11-15; 3:8-11; Mat. 28:19, 20; 16:13-20; 18:18; Efe. 2:19-22; 1:22, 23; 5:23-27; Kol. 1:17, 18.)
13. Yang Sisa dan Tujuannya
“Gereja sejagad terdiri dari semua yang percaya akan Kristus, tapi di hari-hari akhirat, pada saat penyebaran injil, yang sisa telah dipanggil untuk mengikuti hukum-hukum Allah dan iman dalam Yesus. Yang sisa ini akan mengumumkan jam kedatangan penghakiman, mengumandangkan keselamatan dalam Kristus, dan membawakan pekabaran kedatanganNya yang kedua kali. Proklamasi ini adalah simbol dari tiga malaikat dalam Wahyu 14; ini juga bersamaan dengan pekerjaan penghakiman dalam surga dan berakibat pada pekerjaan pertobatan dan perbaharuan di bumi. Semua yang percaya dipanggil untuk memiliki bagian yang pribadi dalam kesaksian dunia. (Wah. 12:17; 14:6-12; 18:1-4; 2 Kor. 5:10; Yud. 3, 14; 1 Pet. 1:16-19: 2 Pet. 3:10-14; Wah. 21;1-14.)
14. Persatuan dalam tubuh Kristus
“Gereja adalah satu tubuh dengan banyak anggota, dipanggil dari setiap negara, keluarga, lidah, dan orang. Didalam Kristus kita adalah ciptaan baru; perbedaan antara ras, budaya, pelajaran, dan kebangsaan, dan juga antara tinggi dan rendah, kaya dan miskin, pria dan wanita, haruslah tidak terbagi diantara kita. Kita semua sama dalam Kristus, dimana dengan satu Roh telah menyatukan kikta ke dalam satu persekutuan denganNya dan sesame kita; kita melayani dan dilayani tanpa terkecuali. Dengan perantaraan Yesus Kristus dalam alkitab kita berbagi iman dan pengharapan yang sama, dan menjangkau dalam satu kesaksian untuk semua. Persatuan ini mempunyai sumber dalam kesatuan trinitas Allah yang mengangkat kita sebagai anak-anakNya. (Rom. 12:4,5; 1 Kor. 12:12-14; Mat. 28:19,20; Ams. 133:1; 2 Kor. 5:16,17; Kis. 17:26,27; Gal. 3:27,29; Kol. 3:10-15; Efe. 4:14-16; 4:1-6; Yoh. 17:20-23.)
15. Baptisan
“Melalui baptisan kita mengakui iman kita dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, dan bersaksi akan kematian kita dalam dosa dan tujuan kita untuk berjalan dalam hidup yang baru. Dengan demikian kita mengakui bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juruslamat, menjadi umatNya, dan diterima sebagai anggota dari gerejaNya. Baptisan adalah symbol dari kesatuan kita dengan Kristus, pengampunan akan dosa kita, dan penerimaan Roh Kudus. Itu dilakukan dengna penyelaman dalam air dan ketergantungan yang pasti akan iman kita dalam Yesus dan bukti dari pertobatan dosa. Ini mengikuti Alkitab dan penerimaan dari pelajaran-pelajarannya. (Rom. 6:1-6; Kol. 2:12, 13; Kis. 16:20-33; 22:16; 2:38; Mat. 28:19,20.)
16. Perjamuan Allah
“Perjamuan Allah adalah partisipasi dalam lambang tubuh dan darah Yesus sebagai ekspresi iman dalam Dia, Tuhan dan Juru Slamat kita. Dengan perjamuan, Kristus hadir untuk bertemu dan menguatkan umat-umatNya. Ketika kita mengambil bagian, dengan penuh kesukaan kita memberitakan kematianNya sampai Ia datang kembali. Persiapan untuk perjamuan kudus meliputi pemeriksaan diri, pertobatan, dan pengakuan. Yang kuasa menginginkan pelayanan dalam pembasuhan kaki untuk melambangkan pembersihan kembali, mengekspresikan kemauan untuk melayani satu sama lain dalam penghambaan seperti Kristus, dan menyatukan hati kita dalam kasih. Pelayanan perjamuan kudus terbuka untuk semua umat Kristen yang percaya. (1 Kor. 10:16, 17: 11:23-30; Mat. 26:17-30; Wah. 3:20; Yoh. 6:48-63; 13:1-17.)
17. Pemberian-pemberian Rohani dan Penginjilan
“Tuhan mengaruniakan kepada semua anggota-anggota gerejaNya disetiap umur pemberian-pemberian rohani agar digunakan dalam penginjilan untuk kepentingan yang baik pada gereja dan kemanusiaan. Diberikan melalui Roh Kudus, yang menyalurkan kepada setiap anggota menurut kehendakNya, adalah pemberian yang menyediakan segala kemampuan dan penginjilan diperlukan oleh gereja untuk memenuhi tugas-tugas dari surgawi. Menurut Alkitab, pemberian-pemberian ini meliputi penginjilan seperti iman, penyembuhan, nubuatan, pekabaran, pengajaran, administrasi, pendamaian, pengasihan, dan pelayanan pengorbanan diri untuk memberikan bantuan dan dorongan kepada yang lain. Ada anggota-anggota yang dipanggil Allah dan diberi kuasa Roh kudus untuk fungsi-fungsi dalam gereja seperti dalam kependetaan, evangelistik dan apostolik, dan pengajaran penginjilan yang diperlukan oleh anggota-anggota dari pelayanan, untuk membangun gereja kepada kedewasaan rohani, dan melindungi persatuan dalam iman dan pengetahuan akan Allah. Pada saat anggota-anggota menerima pemberian rohani tersebut sebagai hamba-hamba yang setia dari kasih Allah yang bervariasi, gereja tersebut dilindungi dari pengaruh destruktif doktrin-doktrin sesat, bertumbuh dalam Tuhan, dan dibangun dalam iman dan kasih. (Rom. 12:4-8; 1 Kor. 12:9-11, 27, 28; Efe. 4:8, 11-16; Kis. 6:1-7; 1 Tim. 3:1-13; 1 Pet. 4:10, 11.)
18. Pemberian Nubuatan
“Salah satu pemberian dari Roh Kudus adalah nubuatan. Pemberian ini adalah tanda identifikasi dari gereja yang sisa dan berlaku dalam penginjilan Elleh. G. White. Sebagai utusan Allah, tulisan-tulisannya adalah sambungan dan sumber dari kebenaran yang menyediakan gereja penjagaan, petunjuk, instruksi, dan koreksi. Mereka juga menjelaskan bahwa Alkitab adalah standar dimana semua pengajaran dan pengalaman harus diuji. (Yoel 2:28, 29; Kis 2:14-21; Ibr. 1:1-3; Wah. 12:17; 19:10.)
19. Hukum Allah
“Peraturan-peraturan besar dari hukum Allah berada dalam wujud sepuluh hukum dan dicontohkan dalam kehidupan Kristus. Mereka menunjukkan kasih Allah, kehendak, dan tujuan-tujuan mengenai perlakuan dan hubungan manusia dan terjalin satu sama lain disetiap umur. Pengajaran-pengajaran seperti ini adalah fondasi perjanjian Allah dengan umat-umatNya dan standar dalam penghakiman Allah. Dalam agen Roh Kudus mereka menunjuk kepada dosa dan membangkitkan keinginan akan seorang juruslamat. Keselamatan adalah dalam kasih dan bukan pekerjaan, tapi pembuahannya adalah penurutan akan sepuluh hukum. Penurutan ini membangun karakter Kristen dan bertujuan pada keutuhan. Ini merupakan bukti kasih kita kepada Allah dan keprihatinan kita pada sesama. Penurutan dalam iman menunjukkan kuasa Kristus untuk merubah kehidupan, dan jadinya, menguatkan saksi Kristen. (Kel. 20: 1-17; Ams. 40:7, 8; Mat. 22:36-40; Ula. 28:1-14; Mat. 5:17-20; Ibr. 8:8-10; Yoh. 15:7-10; Efe. 2:8-10; 1 Yoh. 5:3; Rom. 8:3, 4; Ams. 19:7-14.)
20. Hari Sabat
“Pencipta yang agung, setelah enam hari pekerjaanNya, berhenti pada hari ketujuh dan menjadikan sabat sebagai perigatan akan penciptaan untuk semua orang. Hukum keempat dari Hukum Allah yang tidak pernah berubah mengharuskan penyucian akan hari ketujuh-Sabat sebagai hari perisirahatan, perbaktian, dan pekerjaan dalam mengajar dan mempraktekkan ajaran Yesus, Tuhan atas hari Sabat. Sabat adalah hari pertemuan indah dengan Allah dan manusia. Ini adalah lambang dari keselamatan dalam Kristus, tanda dari penyerahan dan kesetiaan kita, dan gambaran akan masa depan yang kekal didalam Kerajaan Tuhan. Sabat adalah tanda abadi Allah akan janji antara Ia dan manusia. Perlakuan sukacita pada saat yang kudus ini dari malam ke malam, matahari terbenam sampai matahari terbenam, adalah perayaan akan aksi kreativitas dan penyelamatan Allah bagi manusia. (Ke. 2:1–3; Kel. 20:8–11; Luk. 4:16; Yes. 56:5, 6; 58:13, 14; Mat. 12:1–12; Kel. 31:13–17; Yeh. 20:12, 20; Ula. 5:12–15; Ibr. 4:1–11; Ima. 23:32; Markus 1:32.)
“21. Penatalayanan
“Kita adalah penatalayan Allah, yang Ia percayai dengan waktu dan kesempatan, kemampuan dan kepunyaan, dan berkat-berkat dari bumi dan hasilnya. Kita mempunyai tanggung jawab kepadaNya untuk kegunaan dari semua itu. Kita menerima kepunyaan Allah tersebut dengan pelayanan yang setia untukNya dan sesama manusia, dan dengan pemberian persembahan dan perpuluhan untuk pemberitaan kabar baikNya dan dukungan serta pertumbuhan akan gerejaNya. Penatalayanan adalah kehormatan yang diberikan Allah untuk kepedulian akan kasih dan kemenangan atas mementingkan diri dan kerakusan. Penatalayan bersuka dalam berkat-berkat yang dilimpahkan pada orang lain sebagai hasil kepercayaannya. (Kej. 1:26–28; 2:15; 1 Taw. 29:14; Hag. 1:3–11; Mal. 3:8–12; 1 Kor. 9:9–14; Mat. 23:23; 2 Kor. 8:1–15; Rom. 15:26, 27.)
“22. Tingkah laku orang Kristen
“Kita dipanggil untuk menjadi umat Tuhan yang secara bersamaan bisa berpikir, berperasaan, dan berbuat seperti peraturan-peraturan surga. Untuk adanya semangat menghidupkan didalam diri kita karakter dari Tuhan, kita membawa diri kita masing-masing kepada hal-hal yang akan menunjukan kemurnian, kesehatan, dan sukacita Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Ini artinya kesenangan dan hiburan kita haruslah mencapai standar tertinggi dalam kehidupan Kristen. Dengan menyadari akan perbedaan budaya yang ada, pakaian kita haruslah sederhana, tidak mencolok, dan rapi, menjadikan kecantikan sejati bukan dari keindahan luar tapi sesuatu yang kekal dari diri yang lembut dan tenang. Itu juga berarti tubuh kita adalah kaabah-kaabah Roh Kudus, kita harus merawatnya dengan seksama. Bersamaan dengan olahraga yang cukup dan istirahat, kita mengadopsi diet yang paling sehat dan abstain dari makanan haram yang didapat dalam Alkitab. Karena minuman beralkohol, rokok, dan penyalagunaan obat-obatan dan narkotika adalah berbahaya dalam tubuh kita, kita harus menghindar dari semuanya itu. Semestinya, kita harus berada dalam segala sesuatu yang membawa pikiran dan tubuh kita kedalam disiplin Kristus, yang menginginkan keseluruhan, sukacita, dan kebaikan kita. (Rom. 12:1, 2; 1 Yoh. 2:6; Efe. 5:1–21; Fil. 4:8; 2 Kor. 10:5; 6:14–7:1; 1 Pet. 3:1–4; 1 Kor. 6:19, 20; 10:31; Imamat. 11:1–47; 3 Yoh. 2.)
“23. Perkawinan dan Keluarga
“Perkawinan sudah diberkati di Eden dan dinyatakan oleh Yesus sebagai kesatuan kekal hidup antara laki-laki dan perempuan dalam hadirnya kasih ditengah-tengah mereka. Untuk umat Kristen, komitmen dalam perkawinan adalah untuk Allah sebagaimana juga untuk pasangannya, dan bisa diberikan pada mereka yang mempunyai kepercayaan yang sama. Kasih yang bersamaan, penghargaan, respek, dan tanggung jawab adalah bahan dari hubungan ini, untuk memantulkan cinta, kekudusan, kebersamaan dan keabadian dari hubungan antara Kristus dan gerejaNya. Dalam hal perceraian, Yesus mengajarkan bahwa orang yang menceraikan pasangannya, kecuali karena selingkuh, dan menikah dengan orang lain, sudah membuat zina. Walaupun beberapa hubungan keluarga tidak dapat mencapai ideal, pasangan yang menyerahkan dirinya secara keseluruhan dalam Kristus bisa mencapai kesatuan yang baik dalam petunjuk Roh Kudus dan perawatan gereja. Allah memberkati keluarga dan Ia mau agar setiap anggota membantu satu sama lain kepada kematangan yang sempurna. Orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka untuk mengasihi dan menuruti Allah. Dengan contoh dan perkataan yang keluar, mereka harus mengajarkan bahwa Kristus adalah pendisiplin yang baik, lembut, dan peduli, yang mau anak-anak tersebut untuk menjadi anggota-anggota dari tubuhNya, keluarga Allah. Kebersamaan yang meningkat dalam sebuah keluarga adalah salah satu tujuan dalam pesan pekabaran yang terakhir. (Kej. 2:18–25; Mat. 19:3–9; Yoh 2:1–11; 2KCor. 6:14; Efe. 5:21–33; Mat. 5:31, 32; Mark 10:11, 12; Luk. 16:18; 1 Kor. 7:10, 11; Kel. 20:12; Efe. 6:1–4; Ulangan. 6:5–9; Kidung Agung 22:6; Mal. 4:5, 6.)
“24. Pelayanan Kristus Di Dalam Kaabah Di Surga
“Di Surga, ada kaabah, tempat kudus yang disiapkan oleh Allah bukan manusia. Didalamnya Kristus bekerja untuk kita, memastikan kepada orang-orang percaya akan berkat dari pengorbananNya di kayu salib. Ia dinobatkan sebagai Imam Tinggi yang besar dan memulaikan ministriNya pada waktu ia terangkat ke Surga. Pada tahun 1844, akhir dari periode 2300 hari, Ia memasuki fase kedua dan yang terakhir dari pekerjaanNya. Pekerjaan itu adalah investigasi penghakiman akan dosa, sama seperti pembersihan kaabah Ibrani kuno pada Hari Pendamaian. Dalam pelayanan seperti itu, kaaban dibersihkan dengan darah hewan yang dikorbankan, tapi yang di Surga adalah pembersihan murni dari darah pengorbanan Yesus. Pemeriksaan penghakiman menunjukkan kepada mereka yang sudah mati yang tidur dalam Kristus layak akan mengambil bagian dalam kebangkitan pertama. Ini juga nyata kepada mereka yang hidup dalam Kristus, menjaga hukum-hukum Allah dan iman dalam Yesus, untuk dapat masuk kedalam kerajaanNya yang kekal. Penghakiman ini membuktikan keadilan Allah dalam menyelamatkan mereka yang percaya pada Yesus. Itu mendeklarasikan bahwa mereka yang setia kepada Tuhan akan menerima kerajaan. Penggenapan pekerjaan Tuhan akan menandakan penutupan dari penghakiman manusia sebelum Kebangkitan Kedua. (Ibr. 8:1–5; 4:14–16; 9:11–28; 10:19–22; 1:3; 2:16, 17; Dan. 7:9–27; 8:13, 14; 9:24–27; Bil. 14:34; Yeh. 4:6; Ima. 16; Wah. 14:6, 7; 20:12; 14:12; 22:12.)
“25. Kedatangan Kristus yang Keduakali
“Kedatangan Kristus yang kedua kali adalah berkat pengharapan dari gereja, puncak dari kabar baik. Kedatangan Penyelemat akan menjadi nyata, pribadi, terlihat, dan global. Pada saat Ia datang, orang benar yang mati akan dibangkitkan, dan bersama dengan mereka yang hidup dan berada dalam kebenaran akan dimuliakan dan diangkat ke surga, tapi orang jahat akan mati. Nubuatan-nubuatan yang hamper digenapi beserta keadaan dunia sekarang ini mengindikasikan bahwa kedatangan Kristus akan terjadi. Waktu kejadian itu belum terungkap, dengan ini kita diharuskan untuk siap setiap saat. (Titus 2:13; Ibr. 9:28; Yoh 14:1–3; Kis. 1:9–11; Mat. 24:14; Wah. 1:7; Mat. 24:43, 44; 1 Tes. 4:13–18; 1 Kor. 15:51–54; 2 Tes. 1:7–10; 2:8; Wah. 14:14–20; 19:11–21; Mat. 24; Mark 13; Luk 21; 2 Tim. 3:1–5; 1 Tes. 5:1–6.)
“26. Kematian dan Kebangkitan
“Upah dosa adalah maut. Tapi Tuhan sendiri yang kekal akan mengaruniakan hidup yang abadi kepada orang tebusan. Sampai tiba hari itu, kematian adalah kondisi ketidaksadaran bagi semua manusia. Pada saat Kristus, yang adalah hidup kita, datang, orang benar yang mati dan juga yang hidup akan memuliakan dan berjumpa dengan Allah mereka. Kebangkitan kedua, bangkitnya orang jahat, akan terjadi seribu tahun kemudian. (Rom. 6:23; 1 Tim. 6:15, 16; Pengkotbah. 9:5, 6; Maz. 146:3, 4; Yoh. 11:11–14; Kol. 3:4; 1 Kor. 15:51–54; 1 Tes. 4:13–17; Yoh 5:28, 29; Wah. 20:1–10.)
“27. Millenium dan Akhir Dosa
“Milenium adalah pemerintahan Kristus seribu tahun lamanya bersama umatNya dalam surga diantara kebangkitan pertama dan kedua. Pada saat itulah, orang jahat yang sudah mati akan dihakimi; bumi akan diasingkan, tanpa habitat manusia hidup, tapi didiami oleh setan dan malaikat-malaikatNya. Setelah masa seribu tahun berakhir, Kristus dan umatNya dan Kota Kudus akan turun dari surga ke bumi. Mereka yang mati dalam kejahatannya masing-masing akan dibangkitkan, dan Setan beserta malaikat-malaikatNya akan mengelilingi kota tersebut; tapi api Allah akan membakar mereka semua dan membersihkan bumi. Dunia akan bebas dari dosa dan pendosa selama-lamanya. (Wah. 20; 1 Kor. 6:2, 3; Yer. 4:23–26; Wah. 21:1–5; Mal. 4:1; Yeh. 28:18, 19.)
“28. Dunia Baru
“Di dunia yang baru, tempat kebenaran sejati berada, Allah akan menyediakan rumah kekal untuk mereka yang ditebus dan suasana sempuran untuk kehidupan sejati, kasih, sukacita, dan belajar dalam kehadiranNya. Disinilah Allah akan berdiam bersama umat-umatNya, dan penderitaan serta kematian tidak ada lagi. The great controversy akan berakhir, dan dosa akan lenyap. Segala sesuatu, hidup atau mati akan menyatakan bahwa Allah adalah kasih; dan Ia berkuasa selama-lamanya. Amin. (2 Petrus 3:13; Yes. 35; 65:17–25; Mat. 5:5; Wah. 21:1–7; 22:1–5; 11:15.)”
Sumber:
SDA Encyclopedia, Bible Commentary
Hari Sabat (21/6) Jemaat Taman Harapan kembali kedatangan seorang tamu yaitu Pdt. J. E. Legoh, Pimpinan Dept. Philanthropy
Hari Sabat (28/6) kami sempat mengunjungi Jemaat Bintaro, berlokasi di bilangan Sektor IX, Bintaro Jaya, sekedar menyapa dan berbagi berkat dengan...
Sabat ke-12 di Kwartal yang kedua, Sabat 21 Juni adalah saat yang terindah dimana semua anggota dan tamu-tamu yang hadir di Jemaat Taman Harapan...
Sabat sore (21/6) pukul 17:00 PA Taman Harapan mengadakan kunjungan pelayanan ke PA Jatinegara, dengan konsep Mini Concert,
Hari Minggu (22/6) pukul 11:00 pagi adalah hari pertama bagi Koor PATH untuk “take” dalam proses pembuatan album...
Setelah kebaktian Sabat, 21 Juni beserta upacara perjamuan kudus berakhir di gereja, beberapa tim telah mengadakan pelayanan di luar gereja...
Pengumuman ditujukan kepada Pemimpin Pemuda Advent GMAHK
Konferens DKI Jakarta dan...