
Yang pertama: Hari kemarin.
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…
Yang kedua: hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit, Anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja…
Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup, Pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.
Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga!
Commenting is closed for this article.
Lindy Legoh dan Andrew Pusung telah dipersatukan dalam upacara nikah di Gereja Advent Menteng pada hari Minggu, 17 Agustus 2008 dengan upacara...
Dalam rangka pelaksanaan Konferensi Luar Biasa Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya yang akan dilaksanakan pada 7...
Pada Sabat sore, 9 Agustus 2008, bertempat di kampus Curtin University, telah diadakan acara kebaktian bertajuk “Meeting Jesus” untuk...
Merupakan pengalaman berharga saat diajak untuk bergabung bersama para sukarelawan lainnya untuk melakukan pelayanan kepada para gelandangan dan...
“Ajaiblah Yesus Juruselamatku” LS No. 151 telah dikumandangkan oleh PB Elshaddai sebagai lagu buka acara sekolah sabat yang dipimpin oleh Ibu...
KKR Akbar Wilayah VII dengan Ketua Panitia adalah Pdt. H. J. Tielung, terdiri dari enam Jemaat...