The Love after the Wedding

osvald
Osvald TAROREH
Website Writer

Pdt. Cheppy Jusuf telah menjadi pengkhotbah tamu di Jemaat Taman Harapan pada Sabat, 24 Mei 2008 atas undangan gembala jemaat, Pdt. HJ Tielung. Bagi Pdt. Cheppy Jusuf, berkhotbah di Taman Harapan sudah tidak asing lagi karena telah berkali-kali melayani di gereja ini.

Hamba Tuhan yang baru melangsungkan pernikahan ini sudah mengambil topik keluarga dan rumah tangga pada pelayanan khotbah. Ayat tema diambil dari Roma 14:17.

Setelah pesta pernikahan, cinta kasih suami istri tidak sebesar sebelum menikah. Perubahan fisik dan biologis suami dan isteri serta tingkah laku mereka. Perasaan kasih pun berangsur pudar.

Yang terpenting adalah bagaimana dapat berbicara kasih kepada pasangan kita masing-masing sepanjang hidup mereka. Rumah tangga aman damai dan sejahtera akan membuat lingkungan aman, gereja damai serta negara sejahtera.

5 Love Languages:

1) The word of affirmation/encouraging (kata-kata yang saling menguatkan)

Saat masih berpacaran ketika kaki sang pacar terantuk batu, pasangannya dengan kata-kata mesra menolong dan menghibur. Saatnya setelah berkeluarga, di situasi yang sama, istri terantuk batu di jalan, suami hanya berkata, “Dimana matamu?” atau “Jalan pake mata!”

Seharusnya tidak ada perbedaan saat masih berpacaran dan setelah menikah. Kalimat yang saling menguatkan mesti tetap dipertahankan.

2) The quality of time/togetherness (kebersamaan).

Mana terpenting bagi istri dan ibu, urus anak atau suami lebih dahulu? Di saat istri mementingkan untuk mengurus anak, akhirnya sang suami diurus oleh sekretaris di kantor dan istri menyesal kemudian.

Time is urgent! Kita tidak tahu kapan waktunya suami dan istri akan terpisahkan. Saat ini dan sekarang waktunya pasangan untuk mengasihi satu sama lain

3) Receiving gift (menerima hadiah).

Hal ini merupakan “wake up call” di pagi hari untuk mengingat ulang hari-hari bersejarah bagi masing-masing anggota keluarga. Ulang tahun pasangan kita serta anak-anak, wedding anniversary, serta hari penting lainnya perlu diingat serta dihargai. Jangan sampai malah orang lain yang tahu ulang tahun suami atau istri kita.

4) Act of Services (tindakan pelayanan).

Di saat bebas dan hari libur, suami sepatutnya membantu tugas istri untuk keperluan dan kegiatan rumah tangga. Suami tidak bisa hanya berkata bahwa ia hanya bertugas untuk bekerja mencari nafkah, tetapi juga harus melakukan pelayanan kepada keluarga sebagai tindakan kasih.

5) Physical touch (sentuhan mesra).

Terdapat tiga bentuk kasih dan dua yang ditulis di Kitab Suci. Kasih Agape adalah kasih Yesus kepada umat manusia, sementara kasih Phileo adalah kasih dan salam sejahtera. Sementara kasih yang lain adalah Eros yang lebih ke hawa nafsu.

Suami istri sering merasa tabu untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada pasangannya masing-masing. Jangan ragu mengucapkan “I love you” serta ciuman kepada suami atau istri kita.

Kesimpulan

Jika pasangan suami dan istri memiliki lima bahasa kasih ini, maka kerukunan rumah tangga akan tetap terjaga. Ellen White menulis bahwa “Allah mempunyai satu rencana yang luar biasa bagi rumah tangga yaitu membawa keluarga bagi kerajaan yang hidup.”

Adalah tanggung-jawab masing-masing kita sebagai anggota keluarga Allah untuk menyiapkan rumah tangga kita bagi Tuhan menyongsong kedatanganNya.

Commenting is closed for this article.

Aug 25, 06:56 PM Pernikahan Lindy Legoh dan Andrew Pusung

Lindy Legoh dan Andrew Pusung telah dipersatukan dalam upacara nikah di Gereja Advent Menteng pada hari Minggu, 17 Agustus 2008 dengan upacara...

Keep Reading...

Aug 22, 04:18 PM Utusan Taman Harapan di KLB Konferens DKI Jakarta

Dalam rangka pelaksanaan Konferensi Luar Biasa Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya yang akan dilaksanakan pada 7...

Keep Reading...