
Jemaat Taman Harapan kembali mendapatkan tamu dan Sabat, 14 Juni 2008 giliran Pdt. Dr. Robert Walean, Jr. yang sudah membawakan pelayanan khotbah. Pdt. Robert Walean sudah mengambil ayat inti dalam Filipi 2:6
Mazmur 147:10 “Ia tdk suka kepada kegagahan kuda, dan kaki laki-laki.”
Bangsa Israel tidak menggunakan kuda dlm kehidupan sehari-hari. Dalam Keluaran 15:21, Tuhan mengubur kuda-kuda dan penunggangnya ke laut.
Dalam perang, orang Israel menggunakan keledai atau bagal. Dalam Perjanjian Lama, kuda-kuda hanya disebutkan saat menjelaskan soal musuh.
Ada 188 referensi tentang kuda di dalam Alkitab, sehingga tidak merupakan hal yang asing bagi org Israel. Dalam Ayub 39:22 “engkaulah yang memberi tenaga pada kuda.”
Tapi arkeologi menunjukkan bahwa kuda digunakan semua bangsa dalam peperangan, kecuali keledai atau bagal. Kekuatannya melebihi kuda tapi kegagahannya tidak seperti kuda.
Fakta bahwa orang Israel menggunakan keledai bukan kuda: – Yosua 15:18 – Israel kehilangan pasukan berjalan kaki saat berperang dengan Filistin, mereka tidak punya kegagahan – Absalom menaiki bagal saat tewas saat perang (II Samuel 18:9)
Kenapa Israel tidak mempergunakan kegagahan kuda?
1) Dalam Ulangan 17:16 sudah ada larangan untuk memanfaatkan kuda. Saat itu Mesir adalah pusat peternakan kuda di dunia. Kekuatan perang ada di sana.
Mesir menggunakan kekuatan untuk embargo kuda ke negara lain (Yesaya 31). Ada larangan untuk tidak menggunakan kuda karena Tuhan tidak mau mereka bergantung pada kekuatan kuda.
2) Agar Israel sadar bahwa kemenangan yang mereka akui adalah berasal dari Tuhan, agar tidak menjadi sombong.
Mazmur 147:10 dimaksudkan adalah Tuhan tidak senang pada kehebatan manusia yang mengandalkan diri sendiri. Saat kita susah dan putus asa, maka di masa itulah Tuhan memberikan jalan keluar untuk kita (Yohanes 10:10).
Goliath adalah contoh orang yang hancur karena kesombongannya. Tuhan tidak senang kepada orang yang sombong (Roma 11:20). Melainkan Tuhan senang kepada orang yang bergantung kepadaNya (Mazmur 147:10).
Filipi 2:5, “Dalam hidup bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus.”
Sikap dari Kristus (Filipi 2:1-4). Mentalitas Kristus adalah mengutamakan orang lain dan merendahkan diri taat sampai mati. Keberadaan jemaat hanya karena Tuhan saja.
Commenting is closed for this article.
Lindy Legoh dan Andrew Pusung telah dipersatukan dalam upacara nikah di Gereja Advent Menteng pada hari Minggu, 17 Agustus 2008 dengan upacara...
Dalam rangka pelaksanaan Konferensi Luar Biasa Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya yang akan dilaksanakan pada 7...
Pada Sabat sore, 9 Agustus 2008, bertempat di kampus Curtin University, telah diadakan acara kebaktian bertajuk “Meeting Jesus” untuk...
Merupakan pengalaman berharga saat diajak untuk bergabung bersama para sukarelawan lainnya untuk melakukan pelayanan kepada para gelandangan dan...
“Ajaiblah Yesus Juruselamatku” LS No. 151 telah dikumandangkan oleh PB Elshaddai sebagai lagu buka acara sekolah sabat yang dipimpin oleh Ibu...
KKR Akbar Wilayah VII dengan Ketua Panitia adalah Pdt. H. J. Tielung, terdiri dari enam Jemaat...