God is able and what we need is Obedience

Pembicara : Bpk. Willy Mambo

Sabat 26 Oktober 2019 adalah sabat yang penuh sukacita dimana anggota jemaat Taman Harapan Jakarta terberkati dengan berbagai lagu pujian dan firman Tuhan. Firman Tuhan disampaikan oleh Saudara Willy Mambo pada acara khotbah yang diawali dengan kesaksian hidupnya saat dia mengikuti wawancara pekerjaan suatu perusahaan swasta, yang pada saat itu dia sedang dalam keadaan sakit. Dia berdoa kepada Tuhan untuk  menyanggupkan dia mengikuti interview tersebut, dan singkat cerita mujizat Tuhan berlaku baginya dan akhirnya dia diterima bekerja. Dari kesaksian hidupnya, dia ingin memberitahukan bahwa Tuhan sanggup menolongnya dalam segala situasi dan kapan saja kita perlukan.

Kisah nabi Yesaya dalam buku Yesaya pasal 6 menjelaskan panggilan Tuhan kepada nabi Yesaya untuk menjadi alatNya, tapi ketika dia dipanggil dia merasa tidak layak dan tidak sanggup untuk mengikuti panggilan Tuhan. Dia menganggap bahwa dia adalah seorang yang najis bibir dan tinggal ditengah-tengah bangsa yang najis bibir juga.  Pada akhirnya oleh karena kasih karunia Kristus, dia boleh dilayakkan dan dengan kerendahan hati Yesaya datang dan berkata,..”Ini aku utuslah aku”. Dia percaya ketika dia menurut, Tuhan yang akan bekerja dan menyanggupkan dia.

Pelajaran dari firman Tuhan yang disampaikan adalah ketika Tuhan memanggil siapakah yang mau datang dengan  kerendahan hati dan menerima panggilan itu, maka kita harus menerima panggilan tersebut. Kita harus sadar bahwa kita bukan siapa-siapa yang hanya membutuhkan Tuhan, pada saat kita dipilih Tuhan untuk menjadi alatNya jangan kita menolak, karena Tuhanlah yang akan bekerja dan menyanggupkan kita.

“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata ; siapakah yang akan Ku utus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? Maka sahutku ; inilah aku, utuslah aku!” – Yesaya 6 : 8.