Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jesus is coming soon, our responsibility.

Matius 12 : 48-49 berbunyi:
Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepadaNya:”Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudaraKu? 49 Lalu kataNya, sambil menunjuk ke arah murid-muridNya: “Ini ibuKu dan sauda-saudaraKu.

Pada suatu kali selesai tutup sabat saya ditelpon oleh Presdir yg bertempat di China dan mengatakan bahwa saya harus pergi ke Angola besok hari tanpa ada persiapan apapun, namun kalau Presiden direktur sudah menyuruh ya kita harus nurut. Katanya pergilah ke bandara disana akan bertemu dengan seseorang dan dia akan memberikan tiket ke Bali dan dari Bali kamu akan naik Jet pribadi yang direct flight ke Angola. Kamu hanya perlu mempersiapkan passport saja. (lama perjalanan Bali-Angola kira-kira 14 jam)

Dan setibanya di Denpasar penumpang hanya berisi 4 orang dari perusahaan lain. Dalam perjalanan menuju Angola karena satu dan lain hal akhirnya pesawat terpaksa mendarat di Zimbabwe. Waktu iu sudah tengah malam dan diputuskan bahwa kami akan tinggal di hotel malam itu dan akan dijemput setelah sarapan pagi untuk melanjutkan perjalanan ke Angola. Tapi kami berempat tidak punya visa, maka pemuda yang menjemput kami sudah memperingatkan kami untuk tidak berbicara mengenai visa kepada siapapun dan kamar hotel yang kami tempati pun bukan atas nama kami.

Besok hari setelah kami selesai sarapan pagi belum dijemput juga, tunggu sampai jam 10 tetap belum datang, jam 11 lebih baru tiba pemuda itu menjemput kami.

Ditengah perjalanan kami berempat mulai was-was mau dibawa kemana kami, dan kami berbincang dalam bahasa Indonesia agar pemuda itu tidak mengerti. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada pemuda itu.
Saya : Agama apa mayoritas di negara ini?
Pemuda : Disini banyak Kristen.
Saya : Apakah kamu tahu disini ada gereja Advent?
Pemuda : Saya tahu dan disekitar sini ada beberapa gerejanya.
Saya : Bolehkah kamu antar kami kesana?
Pemuda : Boleh, nanti setelah malan siang
Saya :(dalam hati -kekhawatiran saya sudah mulai berkurang).
Tak lama pemuda itupun bercerita bahwa orang tuanya dan kakaknya adalah beragama Advent dan ternyata dia juga Advent.
dari ayat diatas lagsung saya katakan kepada dia: kita bersaudara. Itulah indahnya kita sebagai umat Advent, karena dimanapun kita berada kita akan bertemu dengan saudara-saudara kita.

Ada 4 generasi di keluarga kami:
Lahir 1945 kebawah: Gen maturist : Mertua saya
Lahir 1961-1980 : Gen X : Istri saya
Lahir 1981-1995 : Gen Y : Anak saya
Lahir 1995-skrg : Gen baby boomers : cucu saya
Lahir 1945-1960: Gen Baby boomers : saya
Daniel 12 : 4 Tetapi engkau Daniel, sembunyikanlah segala Firman itu dan meteraikanlah kitab itu sampai pada akhir zaman, banyak orang akan menyelidikinya dan pengetahuan akan bertambah.
Kalau kita lihat keadaan dunia terjadi perubahan besar:

  1. Demografi dunia
  2. Urbanisasi global
  3. Perdagangan internasional
  4. Keuangan global
  5. Peningkatan kelas menengah
  6. Persaingan SDA
  7. Perubahan iklim
  8. Kemajuan teknologi
  9. Perubahan geopolitik
  10. Perubahan geoekonomi.

Pemerintah mencoba dengan transmigrasi dari kota besar ke perkampungan namun pada akhirnya mereka kembali lagi ke kota. Org lebih banyak kembali ke kota dengan harapan utk hidup yang lebih  baik.
Dengan perubahan zaman ke zaman, pengetahuan bertambah. Kita sekarag ini masuk di industri 4.0.
Sederhananya dulu wkt mau telpon harus pergi cari kantor telpon, kemudian berkembang ada wartel, tapi sekarang gampang, HP dimana saja bisa call, chat, videocall dan minimum masing2 org memiliki 1 HP.
Dengan beralihnya keadaan ini terjadi juga perilaku di berbagai generasi,
Generasi skrg anak2 paling gampang memainkan ipad. Jadi kita lihat keadaan sudah berubah banyak.
Dahulu orang mengabarkan injil harus masuk ke daerah yang dituju tapi sekarang penginjilan dapat dilakukan melalui kemajuan teknologi, dari TV, Radio, dan gadget.

2024 dalam perkembangan teknologi kedepan, anak-anak sudah tidak perlu lagi datang ke kelas, cukup buka komputer maka pelajaran apa saja sudah ada penjelasannya secara rinci.
Nanti 2045 mobil itu tidak perlu pakai driver. Tinggal tekan knop arahkan ke alamat yang dituju maka mobil akan jalan sndiri. Suatu kali pembicara ditawarkan melakukan pembuatan video dari para penulis buku untuk kemudian digunakan sebagai bahan pengajar di universitas menggantikan peran dosen. Kalau itu akhirnya akan terjadi maka sumber daya manusia akan tergeser.
Sekarang mau perika darah harus ke lab, atau sakit kurang enak badan harus pergi ke dokter dan setelah dapat resep maka akan ditebus di apotik.
Tetapi di China sudah dibuat riset dan bangunan di tengah jalan dimana semua orang bisa masuk memeriksakan diri dengan input data: umur, nama, siapa, kondisi, kemudian akan dicek oleh alat dan segera alat itu menyimpulkan kita dalam keadaan sakit apa? Selesai periksa tinggal tekan tombol resep dan berikutnya tekan tombol maka obatnya akan keluar sendiri. Selesai tanpa harus ketemu dokter,
terjadilah sumber daya manusia yang tergeser.

Anak-anak kecil ini akan menikmatin kemajuan jaman, apa yg hrs dipersiapkan? Dibutuhkan skils antara lain:
1. Leadership responsibility
2. Ethical moral values—pelajaran agama.

Janji yg lebih baik, Yesus katakan dalam Yoh 14: 2
Dirumah BapaKu banyak tempat tinggal, Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi kesitu unutk menyediakan tempat bagimu.
Mau tinggal ditempat ini airnya murni, tidak perlu bayar listrik, jalannya dari emas, segala sesuatu baru, tidak perlu perlu lg ke apotik, tidak ada kecelakaan.

Orang muda dan remaja gunakanlah gadget itu utk mengabarkan injil
2 Pet 3: 11-12 Jadi jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat hari Allah, Pada hari itu langit akan binasa dalam apo dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai degan janjiNya kita meantikan langit yang baru dan bumi yang baru, dimana terdapat kebenaran.

Kesaksian dari pelayanan pembicara di Myanmar.

Hasilnya 70 jiwa dibaptis tetapi ketika pergi kesana pengalaman yang paling mengesankan bukan hasil baptisan yg utama tetapi ketika bertemu dengan 2 org misionaris suami istri. Mereka tamat dari Myanmar Union Adventist Seminary. Selesai kuliah bersama istrinya mereka mengumpulkan anak2 yg terbuang untuk tinggal  di tempat mereka dengan rumah tanpa tembok, rumah sangat sederhana. Anak-anak2 yg tidak ada orang tua, ada juga anak-anak yg ortunya tidak mampu memberi makandan jumlah mereka sekitar 50 org.
Pertanyaan saya kepada mereka bagaimana kamu membiayai, memberikan makanan, pendidikan mereka, gmn bisa?

Untuk makan mereka datang dari rumah ke rumah meminta beras. Dan melalui merekalah anak2 itu dibaptis. Anak2 jadi mengenal Yesus.
Akhirnya mereka meminta bantuan materi kepada saya. Dan dibandingkan dengan pengorbanan kedua suami istri ini, uang bantuan yg saya berikan tidak ada artinya.
Tantangannya: marilah kita proaktif mempercepat kedatangan Yesus.
Penginjilan berbasis teknolgi harus dilakukan.
Ikutin perkembangan yang ada, dan manfaatkan bagi kemajuan penginjilan.

Jangan lagi disekat-sekat gereja. Jangan merasa saya jemaat Tamhar kok, jangan…karena hrs ada keterlibatan, kalau disitu ditempat lokasi rumah ada KPA mari datang meskipun itu adalah acara dari jemaat lain.

Pada akhirnya janganlah berkerja (menginjil karena target tapi karena itu membawa berkat bagi org lain

Jeff Eman
Presiden Alumni Unai dan Direktur perusahaan swasta di Jakarta