“Jangan Tinggalkan Kapal”

Sabat 6 April 2019, adalah Sabat doa dan puasa di Jemaat Taman Harapan. Program ini selalu dilakukan setiap bulan di minggu pertama, dengan tujuan untuk mengingatkan jemaat pentingnya doa dan puasa dalam menantikan kedatangan Yesus. Sabat ini juga ditetapkan sebagai sabat tanpa gadget (oneday without gadget).

Firman Tuhan dibawakan Pendeta Henry Tielung dengan judul, Jangan Tinggalkan Kapal. khotbah diawali dengan ilustrasi tentang sebuah kapal pesiar Viking Sky, yang dioperasikan perusahaan pelayaran Viking Ocean Cruisers yang diluncurkan pada tahun 2017. Kapal pesiar ini sangat mewah dengan kapasitas penumpang 930 orang dan memiliki crew 480 orang. Kapal pesiar ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Namun pada tanggal 23 Maret 2019, kapal ini mengalami musibah terombang-ambing di lautan lepas di tengah badai dengan keadaan mesin kapal tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya bahkan mungkin mati total. Satu hal yang membuat para penumpang agak tenang ketika kapten kapal menginstruksikan semua penumpang untuk tetap tenang dan jangan tinggalkan kapal sementara mereka menunggu evakuasi. Tidak ada korban dalam insiden itu.

Seperti halnya para penumpang kapal pesiar Viking Sky yang tetap tinggal dalam kapal, demikian juga sebagai umat Tuhan kita harus tetap tinggal dalam kapal. Kapal diartikan atau diumpamakan sebagai gereja. Cerita tentang Yesus meredakan angin ribut dalam Markus 4:35-41: “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak keseberang. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk kedalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa? Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam ! Tenanglah !” Lalu angin itu redah dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu ia berkata kepada mereka:”mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Beberapa hal yang perlu kita renungkan dalam cerita ini adalah:

  1. Pentingnya Doa, Yesus selalu mengawali harinya dengan doa dan dalam cerita ini sebelum Yesus dan murid-muridNya berlayar Yesus memisahkan diri dari murid-muridNya dan berdoa.
  2. Membawa Yesus ke dalam perahu, selalu membawa Yesus dalam kehidupan kita, selalu meninggikan Yesus dalam gereja/kehidupan berjemaat, dalam kehidupan pribadi.
  3. Badai mengamuk tapi Yesus tertidur
  4. Yesus mendengarkan teriakan murid-muridNya di tengah badai, badai tidak membuat Yesus terbangun tapi teriakan murid-muridNya membuat Yesus terbangun. Yesus mendengarkan doa-doa kita, semua keluhan kita,dan Yesus akan menjawab semua permohonan kita.
  5. Mereka bisa saja meninggalkan kapal, memutuskan tetap tinggal dalam kapal bukannya tidak ada resiko walaupun berada di luar kapal juga ada resikonya, tetapi mereka tetap tinggal dalam kapal walaupun mungkin resiko yang akan dihadapi adalah kapal bisa saja hancur karena badai. Tapi memilih tetap tinggal dalam kapal adalah pilihan terbaik karena Yesus juga berada dalam kapal. Jangan pernah tinggalkan gereja dan persekutuan apapun yang terjadi karena ada Yesus di sana.
  6. Pentingnya doa dalam kehidupan kita sebagai umat Tuhan. Matius 14:23, 

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam Ia sendirian diatas.

Yesus Sendiri, ketika Dia berada di antara manusia, sering berdoa. Juruselamat kita menyamakan Dirinya sendiri dengan keperluan dan kelemahan-kelemahan kita, dengan demikian Dia menjadi seorang pemohon, mencari kekuatan dari Bapa-Nya, supaya Dia dapat muncul dengan kekuatan menghadapi tugas dan pencobaan. (KS 105.4)

Berdoa dengan rajin amat perlu; jangan biarkan ada sesuatu merintangi. Usahakanlah supaya tetap terpelihara hubungan yang terbuka antara Yesus dengan jiwamu sendiri. Carilah setiap kesempatan untuk pergi ke tempat di mana biasanya doa dilayangkan. Semua orang yang sungguh-sungguh mencari hubungan dengan Allah akan hadir di dalam perbaktian doa. (KS 110.15)

Hati akan tenang ketika kita mengawali segala sesuatu dengan doa, lebih banyak berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Jangan berdoa ketika sudah datang masalah. Dalam segala keadaan tetaplah berdoa.

Sebelum kita mengalami masa kesukaran Yakub, tetaplah setia, jangan pernah tinggalkan gereja, jangan lalaikan untuk datang di rumah Tuhan, jangan tinggalkan persekutuan doa. Tetaplah di dalam kapal/gereja karena Yesus ada di sana.