Dasar Kebenaran

Ayat inti khotbah terdapat dalam Yesaya 8: 20, “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Sebuah bangunan tanpa pondasi memiliki resiko mudah rubuh. Dimana-mana kita bisa melihat bangunan apartemen, rumah, perumahan atau proyek pemerintah dalam sebuah mega proyek, infrastruktur baik jalan tol, MRT, gedung pencakar langit, semua itu membutuhkan pondasi yang harus kokoh, agar dapat menyangga bangunan yang menjulang tinggi yg dibangun diatasnya.

Semua ahli bangunan harus berdiskusi, berkumpul, mencari tahu dan memperhitungkan apakah sebuah lokasi layak dibangun pondasi atau tidak karena di dalam perut bumi harus diperhatikan apakah ada sumber magma atau tidak, sehingga pada saat ditancapkan paku bumi menandai sebuah pondasi dibangun itu semua sudah melewati proses mengecekan hal-hal daitas terlebih dahulu.

Pada saat pembicara sedang memesan taksi online, saat berbincang dengan sopir taksi dimana pekerjaan project sampingannya adalah tukang ukur jalan tol. dan lewat perbincangan itu diketahui bahwa haruslah dicermati setiap lahan yg akan diukur apakah pada sebuah gunung yang akan dilewati jalan tol masih merupakan gunung yang aktif atau tidak, memiliki unsur-unsur aktif atau tidak. Semua harus diperhitungkan secara matang oleh para ahli sesuai bagiannya masing-masing.

Sebagai umat Kristen apakah dasar kebenaran kita? Didalam Yohanes 12: 28-36, kita harus percaya kepada terang, terang kebenaran Alkitab dan terang itu adalah Yesus Kristus.

Kemudian marilah kita menyelidi Kebenaran Alkitab dalam buku Musa, yang kita sebut sebagai 5 P: (Musa merupakan penulis 6 buku di Alkitab yaitu buku Ayub dan 5 buku Musa), buku Ayub diulis pada masa pelariannya di Midian.

  1. Permulaan (Kitab Kejadian), adalah masa penciptaan manusia di taman Eden.
  2. Pengeluaran (Kitab Keluaran), adalah masa bangsa Israel keluar dari masa perhambaan di Mesir
  3. Pengorbanan (Imamat), menggambarkan pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus manusia berdosa.
  4. Pengembaraan (Bilangan), situasi bangsa Israel dalam masa pengembaraan di padang belantara menuju tanah Kanaan dimana karena persungutan menambah perjalanan selama 40 tahun dalam pengembaraan.
  5. Pengulangan (Ulangan), pengulangan kembali hukum-hukum Allah.

Dasar kebenaran kita adalah Alkitab. Tetapi kita sering melupakan Firman Tuhan, melalaikan waktu menyelidik Alkitab, membaca namun tidak merenungkan, sehingga Firman Allah sering berlalu tanpa mendapat makna besar dalam hidup kita. Ketika Yesus berkhotbah diatas bukit, Matius pasal 5, 6 dan 7. Banyak pelajaran yang disampaikan dimana Yesus menunjukkan adanya nabi-nabi palsu, kita harus berhati-hati jangan sampai ada ajaran palsu yang kita telan mentah-mentah dan melemahkan iman kita. Ada begitu banyak ajaran yang mengklaim diri benar namun kita tetap harus kembali kepada Alkitab sebagai dasar kebenaran kita dan Roh Nubuat.

Perumpamaan mengenai si pintar dan si bodoh, mereka sama-sama mendengarkan Firman Allah dan melakukannya. Sama-sama memiliki moral yang sama mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Keduanya terlihat sama tetapi ujian terakhir menunjukkan rumah si bodoh pada akhirnya roboh dan si pintar rumahnya tetap kokoh berdiri, dalam beberapa bagian perjalan pembangunan rumah itu, si bodoh menjadi kurang bijaksana dalam hal rumah pondasinya sangat rapuh maka ketika badai datang rumahnya tidak cukup kuat menahan banjir dan bangunan segera rubuh. Tetapi si pintar mendirikan rumahnya diatas pondasi yang kokoh dan ketika badai dan banjir tiba, maka tetap bangunan berdiri teguh. Seringkali dalam hidup kerohanian kita, kita sudah mendengar, melakukan Firman Tuhan sama seperti perumpamaan diatas namun kita lupa untuk membangun dan mencermati pondasi dasar iman kita, dasar kebenaran kita, sehingga ketika badai kehidupan menerpa bangunan iman kita tidak bisa berdiri teguh. Bagaimana mungkin kita bisa berdiri kokoh dalam kebenaran kalau dasar kebenaran kita sangat rapuh?

Pertanyaan berikutnya adalah bisakah seseorang diselamatkan tanpa mempercayai kebenaran? Jawabnnya tidak. Didalam 2 Tes 2 : 13, Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kmu percayai.

Rasul Paulus menyebutkan dasar kebenaran hanya ada dalam Yesus Kristus, dan dia mengajarkan kepada Titus bagaimana ciri-ciri seorang pelayan kebenaran dalam buku Titus 1:7>Sebab sebagai pengatur rumah Allah, seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah.

Marilah kita mengokohkan pondasi kebenaran kita dan juga menyebarkan berita baik dan ajaran yang sehat dengan mengajar orang banyak dan mengajak mereka membuat keputusan untuk mengambil dasar kebenaran sebagai pondasi hidup keKristenan mereka.

Kiranya kita dimampukan untuk bertanya kepada orang-orang yang kita ajar mengenai keputusan apakah mereka akan menerima kebenaran atau tidak.

Pembicara: Sabat 13 April 2019

Pdt. David Siby. Pelayanan Pemuda dan Musik, Konfrens DKI Jakarta dan sekitarnya.