Bayaran Yang Mahal Atas Pikiran Negatif

Sabat, 30 Maret 2019 adalah Sabat terakhir di bulan Maret dan juga Sabat terakhir di kwartal I tahun 2019 dan juga Sabat istimewa karena Taman Harapan banyak di kunjungi oleh tamu-tamu dari gereja sekitar DKI ataupun tamu dari luar DKI. Salah satu tamu dan sekaligus pembicara di Sabat ini adalah Pdt. Benny Ole dari Daerah Misi Sulawesi Tengah.

Fokus firman pada sabat ini terdapat didalam I Tawarik 19.

Setelah kematian raja bani Amon, Daud berniat meneruskan persahabatan itu dengan anak Nahas. Tetapi maksud baik Daud dicurigai oleh kaum pemuka bani Amon dan Hanun bin Nahas. Daud sendiri dipermalukan oleh mereka dengan cara menghina utusan Daud, yakni separuh janggut dipotong dan pantatnya diekspos. Sebagai raja yang bijak, Daud mengizinkan utusannya menumbuhkan janggutnya, barulah menghadap kepadanya. Tersinggungnya Daud ditanggapi Hanun dengan maju berperang, ia beserta bangsa Amon dan segenap tentara Aram.

Bersama adiknya, Abisai, ia mengatur strategi perangnya untuk berperang, disertai dengan harapan kepada TUHAN. Akhirnya, Yoab bisa memukul mundur tentara Aram dan membuat bani Amon juga melarikan diri.

Tidak puas dengan kekalahan mereka, bani Amon menyewa tentara Aram dari daerah lain. Dengan strategi perangnya, Daud maju berperang dan mendapat kemenangan besar atas tentara Aram. Kekalahan orang-orang Aram memaksa mereka berdamai dengan Daud dan berjanji tidak akan membantu bani Amon.

kemenangan Yoab dan Daud bukan karena kehebatan mereka, melainkan tangan Tuhan yang perkasa menyertai mereka. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan Tuhan atas kehidupan umat-Nya. Sebaliknya Bani Amon mengalami kerugian yang sangat besar akibat dari pikiran negatif kepada kebaikan Raja Daud.

Kita tidak bisa hidup dengan positif apabila kita mempunyai pikiran yang negatif. Akibat dari pikiran-pikiran yang negatif menyebabakan kita tidak bisa menikmati hidup yang hanya sementara ini. Pikiran negatif hanya akan mendatangkan kecemasan, kesedihan, kepiluan hidup,iri hati dan penyakit fisik. Kita akan jauh dari kedamaian hati, kebugaran, kesehatan, dan pikiran positif lainnya.

Ketika pikiran kita hanya berisi hal-hal negatif seperti kekhawatiran, ketakutan, kebencian, kemarahan, kepedihan, keluh kesah, kegagalan, trauma-trauma masa lalu, ketidakpercayaan diri dan sebagainya, hidup kita pun tidak akan pernah terasa indah.

Buku Filipi adalah buku yang di tulis oleh Rasul Paulus yang bertemakan tentang sukacita. Ketika Rasul Paulus menulis buku ini, dia sedang di dalam penjara. Tetapi meskipun dia di dalam penjara dia bisa menghasilkan buku tentang sukacita bukan tentang perkabungan atau dukacita.

Kebahagiaan adalah milik orang yang bersih hatinya, kebahagiaan adalah milik orang yang berpikir positif.

Filipi 4 : 8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci 1 , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

“Think Positive and Positive Things will Happen”