Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

“Wanita Advent, berjalan bersama Yesus”

Sabat 23 Februari 2019 adalah sabat special untuk para wanita bukan hanya di Jemaat Taman Harapan, tapi seluruh wanita Advent di dunia. Mengapa demikian? yaa.. karena sabat ini adalah sabat perayaan hari doa Bakti Wanita Advent sedunia. Participant khotbah adalah para wanita, dan sukacita tergambar jelas di wajah mereka.

Adapun hari doa wanita adalah program General Conference untuk BWA sedunia, dan tujuannya adalah mengingatkan seluruh BWA bahwa doa adalah bagian penting hubungan sehari-hari kita dengan Yesus, dan membawa kita lebih dekat ke tahta Allah. Doa menguatkan kita, lewat doa kita dapat menceritakan semua hal kepada Tuhan.

Efesus 6:8, Dalam segala doa dan permohonan berdoalah setiap waktu didalam Roh, dan berjaga-jagalah didalam doamu, dan dalam permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus.

Adalah hal lumrah ketika kita berdoa untuk keluarga dan sahabat-sahabat kita, tapi saat ini kita diingatkan untuk meluangkan waktu berdoa bagi mereka yang tidak kita kenal yaitu: pemimpin pemerintahan, pemimpin gereja, tunawisma, janda, anak-anak yang menderita, mereka yang teraniaya karena iman, mereka yang kesepian, yang dilecehkan, dan ada banyak hal yang ada di sekitar kita, daftarkan semua itu dalam doa kita setiap hari.

Khotbah dibawakan oleh Ibu pdt. Edsen Tielung dan bahan khotbah berasal dari General Conference dan merupakan tulisan dari Cordell Liebrandt dan Karen J. Pearson. Cordell adalah Direktur BWA di konfrens dan uni, dia juga presenter untuk Finding Grace, di TV Hope, dan saat ini dia melayani sebagai pendeta dari distrik gereja dan melayani sebagai pemimpin rohani di dua sekolah dan Universitas di Cape Conference. Sedangkan Karen beliau telah bekerja di BWA selama 30 tahun terakhir, menjadi pembicara, penulis, dan editor Ellen G. white comments pada pelajaran Sekolah Sabat. Dia menulis dan mempresentasikan Stones of Remeberance di 3ABN. Karen bekerja sebagai direktur untuk publitas dan hubungan masyarakat di Pacific Press, Publishing Association selama sembilan tahun, selain itu dia telah melayani sebagai gembala dengan suaminya Michael, selama hampir 40 tahun, dan saat ini melayani sebagai wakil pendeta dari Gereja Meredian SDA, di konfrens Idaho.

Dalam dunia yang memiliki lebih dari 7 miliar orang, kerajaan Allah membutuhkan orang-orang yang akan menjadi pengikut Kristus, namun masalahnya banyak dari kita yang menjadi murid Kristus fokus menjadi pemimpin dan melupakan tanggung jawab pertama kita sebagai orang kristen yaitu menjadi pengikutNya yang rendah hati.

Semua orang yang mengikut Kristus akan dibawa setiap hari ke hadirat Ilahi dalam doa dan dalam pelajaran alkitab mengenai makna kemuridan dan keterikatan kepada Yesus. Harga yang harus dibayar untuk pemuridan adalah meninggalkan segalanya dan semua orang untuk menjalani kehidupan dan pengorbanan diri.

Pemuridan yang sejati menuntut kita:

  1. Menjawab panggilan Yesus dengan tegas dan sukarela, karena tidak ada ruang untuk penundaan.
  2. Ikuti dengan penurutan, bahkan sampai pada titik penderitaan dan pengorbanan.
  3. Sepenuhnya percaya kepada Tuhan dan merespon dengan iman tanpa keraguan.
  4. Membuat hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas utama , hal ini mencakup doa harian dan belajar firman Allah.
  5. Menyangkal diri dari kesenangan duniawai yang menyebabkan kita melihat ke belakang dan bukan ke depan.

Demikianlah beberapa kutipan khotbah yang mengingatkan dan memotivasi BWA dan seluruh jemaat Taman Harapan maupun tamu yang hadir sabat ini dan kiranya menjadi berkat.