Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

“High Risk High Return”

Sabat, 16 Maret 2019 merupakan sabat yang dipenuhi dengan sukacita oleh Jemaat Taman Harapan. Berkat Tuhan begitu melimpah melalui peribadatan disepanjang hari sabat. Judul khotbah yang disampaikan Bpk. Djefrie Lolong adalah High Risk High Return. Ini merupakan prinsip investasi yang menunjukkan hubungan antar risiko dan imbal hasil, dimana seseorang akan mendapatkan imbal hasil yang tinggi, hanya bila mau menerima kondisi potensi kerugian yang juga tinggi. Dan dalam pembahasan ini kita akan melihat hubungan High Risk High Return dengan Pelayanan.
Ilustrasi : Uang / Alkitab ?
Seorang Tuan memanggil beberapa orang dan meminta untuk memilih Uang / Alkitab?
Satpam : Dia mengatakan sebenarnya dia ingin memilih Alkitab, tetapi dia tidak pandai untuk membaca, sehingga akhirnya dia memilih uang
Tukang Kebun : Dia mengatakan bahwa istirnya sedang sakit dan membutuhkan uang, sehingga dia memilih Uang.
Juru Masak : Dia adalah seorang yang senang untuk membaca firman Tuhan, tetapi karena kesibukannya dia jarang lagi untuk membaca Alkitab dan dia memilih Uang.
Anak Kecil : Tuan ini mengatakan kepada anak kecil tersebut, pasti kamu membutuhkan uang, untuk itu ambillah uang ini. Lalu anak itu menjawab Terimakasih tuan, tetapi saya memilih untuk mengambil Alkitab tersebut karena ibunya mengajarkan bahwa disitu terdapat banyak kebenaran. Lalu ketika anak itu mengambil alkitab itu, didalamnya terdapat 2 amplop, amplop yang pertama berisi sebuah cek yang jumlah 10X lebih banyak, dan di Amplop yang kedua ada sebuah surat wasiat untuk orang yang memilih Alkitab.
Hal ini sering terjadi dalam kehidupan kita manusia, kita lebih memilih harta duniawi daripada harta surgawi. Roma 12 : 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Kita harus bisa meninggalkan kehidupan materialisme dan mau untuk menjadikan Tuhan yang terutama.
Cara untuk menghindari Materialitas :

  1. Tentukan Prioritas (Allah / Mamon? )
    Siapakah Allah itu ? Allah adalah Pencipta segalanya, Dia adalah sumber dari kabar baik dalam Alkitab. Allah yang memberikan kehidupan, dan Dialah yang layak untuk disembah.
    Siapkah Mamon itu ? Mamon secara umum berarti kekayaan atau keuntungan
    Matius 6 : 24 Tak Seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
    Memiliki mamon yang banyak bukan masalah, jika cara memilikinya benar. Tetapi memilih mencintai Mamon , apalagi menghambakan diri pada Mamon, bukan kepada Allah, itulah yang salah. Untuk itu jadikan Allah sebagai Prioritas hidup kita.
  2. Tentukan kebiasaan kita
    Ulangan 8:17-18 Maka Janganlah kaukatakan dalam hatimu, Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkannya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
    Jangan biarkan hawa nafsu mengendalikan hidup kita, hiduplah sesuai dengan kemampuan kita.
  3. Tentukan Identitas
    Pelayan harta dunia / Pelayan Allah ?
    Filipi 2:3 Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.
    Kesombongan bukanlah tipe/ciri orang Kristen.
    1 Timotius 6:10 Karena akar dari segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
    Resiko menjadi Pelayan Tuhan :
     Meninggalkan Materialisme
     Meninggalkan keinginan mata
     Meninggalkan sifat angkuh dan hal-hal yang membuat jauh dari Tuhan
    Tetapi ketika menjadi Pelayan Tuhan ada Return yang akan kita t’rima :
     Berkat Jasmani
     Berkat Sukacita, dan
     Berkat kepastian Keselamatan.
    “Ketika Tuhan memberkati kita, jangan naikan standar hidup kita, tetapi naikan standar Kerohanian kita”