Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

BAAL-PERASIM

Contoh beberapa tokoh Alkitab yang mengalami terobosan bersama Allah

Setiap orang pasti pernah mengalami kebuntuan karena tidak ada jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi. Penyakit berat dan berbagai masalah sulit sering sekali membuat manusia tidak menemukan jalan keluar. Ketika kemampuan manusia sudah tidak sanggup mengatasi masalahnya, maka saat itu ia mengalami kebuntuan. Hanya Tuhan mampu melakukan terobosan dari kebuntuan karena masalah-masalah sulit yang kita hadapi. Tanpa Tuhan, orang percaya pasti buntu.  Itulah arti Baal Perasim atau  Allah pembuat terobosan baru.

  1. Musa – Musa mengalami jalan buntu ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan tiba di tepi laut Taberau sehingga mereka tidak bisa lewat. Tetapi Tuhan memberikan perintah kepada Musa untuk membelah laut Taberau dengan tongkatnya sehingga bangsa Israel bisa melintas. Tongkat Musa adalah lambang kuasa Tuhan.
  2. Yosua – Yosua juga mengalami jalan buntu ketika bangsa Israel tiba di tepi Sungai Yordan yang menghalangi perjalanan mereka ke tanah Kanaan. Tetapi Yosua bisa menghentikan aliran sungai dengan Tabut Perjanjian sehingga mereka bisa lewat. Tabut Allah itu melambangkan kuasa Allah.
  3. Petrus – Ketika Petrus mengalami kebuntuan dipenjara oleh Herodes, jemaat mendoakannya dengan tekun hingga malaikat Tuhan membebaskannya dari penjara. Doa jemaat adalah sarana untuk menggerakkan kuasa Tuhan.
  4. Paulus & Silas – Ketika Paulus dan Silas dipenjara dengan tangan terantai, gantinya mereka bersungut-sungut atau marah, mereka berdoa dan memuji Tuhan sehingga malaikat melepaskan mereka. Doa dan pujian Paulus dan Silas menjadi alat untuk menggerakkan kuasa Tuhan.

Di dalam 2 Samuel 5 : 17-27 diceritakan tentang Raja Daud mengalami masalah yang sangat sulit. Orang Filistin ingin menangkap dia. Secara manusia, Raja Daud tidak mungkin lolos tetapi Raja Daud malah melakukan hal berikut :

Datang ke kubu pertahanan dan bertanya kepada Tuhan – Kadang kita berpikir bahwa doa kita pasti dijawab Tuhan tanpa memikirkan bahwa Tuhan juga ingin kita mendengarkan apa yang Dia inginkan untuk kita lakukan. Kadang-kadang kita juga menyepelekan untuk bertanya kepada Tuhan karena kita berpikir bahwa hal tersebut sudah sering kita lakukan dan pasti Tuhan akan menjawab segala doa kita. Tetapi Raja Daud tidak demikian, dia ingin mengalami baal perasim bersama Allah oleh karena itu dia datang ke kubu pertahanan untuk berlindung dan mengatur strategi mengahadapi orang Filistin dan bertanya kepada Tuhan strategi apa yang harus dia lakukan untuk mengalahkan orang Filistin.

Menuruti apa yang Tuhan inginkan – Kita harus memiliki kepekaan rohani agar kita mengetahui apa yang Tuhan inginkan. Kepekaan rohani itu dengan banyak berdoa dan membaca firman Tuhan. Dengan demikian kita akan mengerti dan memahani apa keinginan Tuhan dalam kehidupan kita.

Menghancurkan semua baal-baal – Ada banyak berhala-berhala tersembunyi yang menghalangi kita untuk menyembah Tuhan. Apabila kita tidak mulai meninggalkan akan berhala berhala tersebut maka kita tidak akan pernah mengalami baal perasim bersama Allah.

Kata kunci kemenangan orang percaya menghadapi berbagai masalahnya adalah “ketaatan.”Jika ingin mengalami terobosan dan kemenangan, maka taatlah kepada Tuhan.  Meskipun kita telah memiliki semua senjata Allah, tetapi kalau kita tidak taat menggunakannya, maka tidak ada kemenangan. Jika kita belum mengalami terobosan dan kemenangan menghadapi masalah, maka yang perlu dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apakah kita taat kepada Tuhan dan firman-Nya? Kemenangan dan terobosan hanya terjadi  bagi orang-orang percaya yang taat kepada Tuhan.

Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: “TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos.” Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim. II Samuel 5 : 20