Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

“BE FAITHFUL”

Pembicara Khotbah : Pdt. Sanny Manoppo

Anggota GMAHK Jemaat Taman Harapan merasa sangat bersukacita dan terberkati, karena bisa merasakan tuntunan Tuhan sehingga bisa berkumpul beribadah bersama-sama pada Hari Sabat, 09 Februari 2019. Sukacita sabat terasa sangat lengkap dengan dihadiri oleh para tamu-tamu yang hadir pada hari sabat.

Sebelum Kebaktian Khotbah dimulaikan, GMAHK Jemaat Taman Harapan mengadakan Konferensi Jemaat yang dipimpin oleh Pdt. H. J. Tielung membahas Tujuan Pelayanan Jemaat Taman Harapan di Tahun 2019, dengan agenda :

  • Administrasi dan Stabilitas Keuangan
  • Keluarga Advent yang Harmonis
  • Pelayanan Kebaktian Jemaat
  • Penginjilan & Pemeliharaan Anggota
  • Sosial, Komunikasi,Kemasyarakatan
  • Pembangunan & Pemeliharaan Gereja
Konferensi Jemaat dipimpin Oleh Pdt. H.J.Tielung

Agenda-agenda tersebut sudah disetujui dan disepakati oleh anggota GMAHK Jemaat Taman Harapan untuk dapat dijalankan. Setelah Konferensi Jemaat selesai, dilanjutkan dengan Acara Kebaktian Khotbah.

Pdt. Sanny Manoppo selaku Direktur Penatalayanan Uni Kawasan Barat Sebagai pembicara khotbah membagikan firman Tuhan yang sangat luar biasa, dengan judul “BE FAITHFUL” yang mengingatkan kembali kepada anggota jemaat untuk Selalu Setia kepada Tuhan.

Kehidupan Nabi Elia, menjadi salah satu contoh untuk hidup sebagai umat Tuhan yang selalu tetap setia. 1 Raja-raja 17 menceritakan tentang kerendahan hati dari seorang Nabi Elia, 1 Raja-Raja 18 kita mengetahui bagaimana Elia dengan gagah berani berhadapan dengan 450 nabi Baal dan dia berhasil membuktikan bahwa Allah Abraham, Ishak, dan Israel adalah Allah yang sesungguhnya. Tetapi disamping semua itu Elia tetaplah seorang manusia biasa yang punya kelemahan dan keterbatasan seperti diri kita juga (Yakobus 5:17). Elia pernah merasakan tekanan berat dalam jiwanya, dia mengalami kelelahan jasmani maupun rohani, dia berdoa bukan untuk meminta dikuatkan tetapi untuk diambil saja nyawanya : “Cukuplah itu! Sekarang, Ya Tuhan, ambillah nyawaku” (1 Raja-Raja 19:4). Tetapi Tuhan adalah Allah yang peduli, DIA tidak membiarkan anak-anak-Nya mengalami kehancuran, Tuhan memberikan kesempatan bagi Elia untuk beristirahat, menguatkan Elia agar mampu meneruskan tugasnya. Apa yang Tuhan berikan sanggup memulihkan Elia untuk berjalan 40 Hari 40 Malam menuju gunung Horeb dimana Allah kemudian menyatakan diri-Nya.

Kita tidak perlu takut terhadap masa depan, kecuali kita melupakan cara Tuhan telah membawa kita, dan ajaran-NYA dalam sejarah masa lalu kita. “Life Sketch hal 196”

Allah memanggil Elia untuk tetap setia dalam Iman dan setia kepada Tuhan. Kesetiaan Elia membuatnya terangakt ke Surga dan tidak mengalami kematian seperti manusia pada umumnya.

Oleh sebab itu Allah TIDAK memanggil kita untuk SUKSES tetapi untuk SETIA dalam :

  • Iman
  • Mengembalikan Perpuluhan
  • Memberikan Persembahan
  • Tugas melayani Tuhann
  • Pasangan Hidup
  • Rumah Tangga

Wahyu 2 : 10      “Hendaklah Engkau Setia sampai mati, dan AKU akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan”