Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

“AGAMA HATI”

Ketua Billy Sekeon

Sabat, 02 Februari 2019 adalah sabat yang sangat-sangat istimewa buat Jemaat Taman Harapan karena di sabat ini Jemaat Taman Harapan di kunjungi banyak tamu seperti Deaf Adventist Ministry dan Bapak Niko Zulkifli yang mengajarkan bagaimana menginjil ke sahabat-sahabat kita yang beragama mayoritas dan juga tamu-tamu yang lainnya yang berasal dari luar Jakarta dan sekitar daerah Jakarta.

Sabat ini pelayanan khotbah oleh Ketua Billy Sekeon dengan judul “Agama Hati”. Ada satu peribahasa yang sudah sangat familiar bagi kita “Dalamnya laut dapat diukur tapi dalamnya hati siapa yang tahu” yang artinya kita sulit menduga pikiran dan hati seseorang”. Peristiwa Pembunuhan Munir seorang aktivif HAM, Peristiwa Jessica (Sianida) dan Pembunuhan adik Angeline di Bali yang mana para pembunuh mereka tidak pernah mengakui secara terang terangan akan perbuatan yang mereka telah lakukan meskipun mereka telah dijadikan tersangka atas pembunuhan tersebut. Kita tidak pernah tahu apa yang ada dialam hati mereka pada saat melakukan kejahatan tersebut. Hanya orang tersebut dan Tuhan yang tau akan hal tersebut.

Kejadian yang sama juga tercatat dalam Kejadian 4 dimana Kain membunuh Habel adiknya oleh karena persembahan dia tidak diterima oleh Tuhan. Meskipun Tuhan mengetahui akan kejadian ini tetapi Tuhan ingin pengakuan langsung dari Kain tetapi Kain malah mengelak dan mengatakan ” … Apakah aku penjaga adikku?” Kejadian 4 :9.

Allah mengetahui hati manusia, Allah melihat hati daripada pertunjukan luar kita, karena hati melambangkan kesungguhan hati atau keseriusan kita dalam melayani Allah. Meskipun kita tidak mengungkapkannya tetapi Allah mengetahui semuanya.

Ada 3 segi kehidupan yang membutuhkan ketulusan hati
1. Ibadah
Ibadah kita mencakup doa, puji-pujian dan sikap kita dalam beribadah. Tempat dimana kita melakukan ibadah adalah tempat yang suci karena Allah hadir disitu.
Dan Allah melihat semua tindakan kita yang terhormat atau yang tidak terhormat di tempat ibadah dan mencatatnya di surga.

2. Memberi

Ananias dan Safira adalah contoh buruk dalam hal memberi. Oleh karena mereka silau akan hasil penjualan tanah yang begitu banyak. Ananias dan Safira tidak mempunya hati yang tulus dalam memberikan hasil penjualan tanah mereka untuk pekerjaan Tuhan. Karena hanya kasih dari dalam hati yang memampukan kita untuk memberi dengan tulus dan ikhlas.

3. Melayani

Apakah motiv kita dalam pelayanan?Apakah supaya di lihat dan puji oleh orang? Tuhan menghargai pekerjaan dan pelayanan kita hanya apabila kita melayani dengan tulus dan dengan hati yang murni.

Lance Amstrong adalah seorang juara Pesepeda dunia Tour de Franc dari Texas sebanyak 7 kali berturut-turut. Pada wawancara bersama Oprah Winfrey, Lance Amstrong mengakui mengakui bahwa tujuh gelar Tour de France miliknya diwarnai oleh kecurangan yang melibatkan penggunaan doping. Akibatnya
gelar-gelarnya dicabut dan dilarang terlibat dalam dunia balap sepeda lagi seumur hidupnya. Lance Amstrong telah memenangkan hatinya meskipun dia harus kelihangan gelar dan tropinya.

Tuhan sudah mengena kita bahkan lebih dari kita mengenal kita sendiri. Dia tahu apa yang terbaik untuk kita, Dia selalu berada bersama kita baik dalam suka maupun duka, menjaga kita senantiasa dan akan terus memberi kekuatan apabila kita masih harus berada buat sementara waktu dalam situasi yang sulit. Dia mengenal pribadi kita lebih dari siapapun, Dia tahu apa yang kita butuhkan, Dia tahu dimana kelemahan kita dan akan dengan senang hati memberitahukan langkah agar anda bisa kembali bangkit dan bersinar, tepat seperti yang diinginkanNya.

Mazmur 139:2 “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh”.

Apakah kita sudah dengan tulus hati beribadah kepada-Nya? Apakah kita sudah tulus hati memberi? Apakah kita sudah dengan tulus hati melayani Dia?