Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Amaran Ajaran yang Bertentangan dengan Gereja

Trio

Trio

Di tengah situasi dunia yang semakin dekat dengan akhir zaman, perlu disadari banyak sekali ajaran yang bertentangan telah masuk ke Gereja Advent. Para “penyusup” ini berbakti bersama dan berusaha mengganti falsafah gereja dengan pemikiran mereka yang berbeda.

Tidak sedikit umat yang terpecah dan mengikuti ajaran-ajaran baru ini yang mendasarkan pemikiran mereka pada Alkitab dan tulisan-tulisan Roh Nubuat. Hingga perpecahan terkadang menjadi melebar dan jurang pemisah di antara umat Tuhan.

Demikian pemaparan singkat dari Pdt. David Siby pada sharing yang dia lakukan pada acara PA Sabat sore di Jemaat Taman Harapan, 22 Juli lalu. Beliau pada Sabat paginya baru melayani di salah satu jemaat dimana telah terdapat banyak anggota dengan ajaran baru yang bertentangan dengan gereja sehingga organisasi “harus mengambil langkah tegas untuk mempertahankan iman dan kepercayaan gereja” dari anggota-anggota yang menyimpang ini.

Ditegaskan bahwa kita bisa saja memiliki tambahan pengetahuan dan ilmu teologia dari hasil meneliti Firman Tuhan dan Roh Nubuat. Jika apa yang sudah kita yakini saat ini belum lengkap dan akan ditambahkan lagi, anggota seharusnya dapat memberikannya kepada Gembala Jemaat dan jika tidak puas, maka hal ini akan diteruskan ke tingkat Konferens, Uni dan seterusnya. Komite khusus di gereja kita akan meneliti lebih lanjut keabsahannya.

Jangan kita terpengaruh dengan ajaran-ajaran tertentu yang masuk melalui pintu gereja kita. Disaksikan juga oleh Pdt. Siby bahwa banyak buku dari aliran gereja kita yang berbeda telah disebarkan pada perkemahan Tabernakel di Cibodas pada awal Juli lalu. Setelah ditelaah bahwa buku-buku ini bertentangan dengan iman kepercayaan kita, akhirnya dikumpulkan dan tidak disebarkan lagi.

Berhati-hati dan awas dengan ajaran baru di tengah kita, itu mungkin ada di sekitar kita saat berada di gereja. Bertanya kepada tua-tua jemaat serta pendeta, barulah kita boleh mempercayai apa yang disampaikan.