Renungan Harian Umat Pilihan 6 Juli 2015

Ragi

 

“Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini… ?” (Yesaya 66:2).

 

Ketika orang mengatakan ragi, kebanyakan orang langsung berpikir  Saccharomyces cerevesia, nama ilmiah ragi jenis umum dan penting secara komersial. Pada kenyataannya, ragi adalah salah satu bentuk pertumbuhan yang berbeda dari golongan jamur. Kebanyakan ragi adalah sel jamur uniselular cukup besar yang berkembang biak dengan tunas. Spesialis ragi memberitahu kita bahwa para ilmuwan memiliki catatan lebih dari 800 spesies ragi tetapi memperkirakan bahwa ini hanya mewakili 1 persen dari total jumlah jenis yang ada. Itu membuat saya bertanya-bertanya, berapa banyak kita tahu.

 

Apakah kita menyadari hal itu, sel ragi, hidup atau mati, menyentuh kehidupan kita setiap hari dalam cara yang penting. Memang, hidup tanpa ragi akan sangat berbeda. Misalnya, pembuatan roti. Sel ragi hidup dalam adonan roti hangat dengan memetabolisme gula, menciptakan gelembung karbon dioksida yang membuat roti menjadi ringan- salah satu cara mengadon roti. Industri kue bergantung pada ragi. Industri pembuatan bir juga menggunakan sel ragi untuk fermentasi gula malt dan gula anggur, membuat etanol sebagai produk sampingan. Sel-sel ragi membuat etanol yang digunakan untuk bahan bakar mobil dan pertanian. Dalam perkembangan terakhir, secara rekayasa genetika, sel ragi telah dibubuhi untuk bekerja memecahkan selulosadalam sampah kertas, produk pertanian, dan bahkan kayu untuk membuat etanol sebagai alternatif untuk bensin. Orang sring memakan sel ragi yang dinonaktifkan atau mati sebagai nutrisi ragi. Kaya protein dan berbagai vitamin B, rendah sodium dan lemak, ragi yang bergizi ditaburi di brondong jagung atau digunakan di tempat keju parmesan atau digunakan untuk menambah rasa kacang, keju, rasa lembut pada makanan. Ekstrak ragi seperti vegemite atau marmite adalah penambah rasa yang kuat. Banyak jenis ragi yang biasanya menghuni selaput lender dan kulit kita, berkontribusi terhadap kualitas hidup kita. Tetapi kadangkala, bagi mereka dengan sistem kekebalan yang lemah, mereka bisa tumbuh tidak terkendali dan menyebabkan amukan penyakit yang mematikan.

 

Ragi mudah dikembangkan dan dimanipulasi di labotarium penelitian. Karena merupakan sel eukariotik, ragi kini menjadi model sistem pilihan bagi para ilmuwan untuk mempelajari biologi molekuler organisme multiseluler- termasuk kita. Dalam beberapa dekade terakhir, ragi kadar rendah telah mengajarkan kita banyak tentang bagaimana DNA bereplikasi, bagaimana sel bereproduksi, bagaimana ragi memetabolisme pangan dan menghasilkan energi, dan banyak lagi. Mengetahui tentang ragi adalah sangat penting di mana 12 juta pasangan dasar adalah genom eukariotik yang pertama dalam urutan peneliti.

 

Tuhan, jika sel-sel ragi dapat diguanakan dalam begitu banyak cara untuk menghormati dan memuliakan-Mu, itu adalah harapan bagi saya.

 

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati.