Renungan Harian Umat Pilihan 15 Juli

Pria Perkasa yang Berani

 

“Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang” (Ulangan 32:30).

 

Tidak diragukan bahwa prajurit paling terlatih di planet ini sekarang adalah pasukan elit antiteroris dan unit misi khusus rahasia Tier 1. Mereka termasuk SEAL Team 6 (unit  Angkatan Laut Amerika Serikat) dan Delta Force (unit Angakatan Darat Amerika Serikat), keduanya dibentuk setelah komando Special Air ServiceInggris (SAS) dilatih untuk berorperasi di belakang garis musuh selama Perang Dunia II. Satuan Elit lainnya, Sayeret Matkal Israel, danKommando Spezialkrafte Jerman.

 

Kerasnya dan intensitas pelatihan resimen ini akan menguji secara fisik dan mental. Hanya mereka yang dalam pertempuran, serta paling tabah yang diperbolehkan untuk dilatih. Mereka yang dilatih harus tajam secara mental, fasih dalam bahasa lain, sangat terampil dalam amunisi, ahli dalam navigasi, menghancurkan, dan menentang terorisme, dan sebagainya. Meskipun peserta secara hati-hati disaring, kebanyakn mereka tidak menyelesaikan pelatihan yang melelahkan. Sedikita yang mengetahui tentang unit sangat rahasia ini. Tapi mereka baik. Tentu saja mereka juga akan mewakili pria modern yang berani dan perkasa.

 

Banyak refrensi di seluruh Perjanjian Lama yang menyebutkan pria perkasa dan berani yang mengiringi Daud dengan catatan terbaik mereka di dalam 2 Samuel 23:8-38 dan 1 Tawarikh 11:10-47. Anda membaca tentang Isybaal yang seorang diri membunuh 800 pria dan Eleazar yang berjuang sendirian ketika pasukannya mundur. Sama yang mempertahankan ladang kacang merah sendirian (atau hanya dengan beberapa orang). Tiga orang lain yang tidak disebutkan namanya menerobos garnisun orang Filistin di Bethlehem untuk mengambil air minum bagi Daud dari sumur Bethlehem. Abisai membunuh 300 tentara musuh pada satu waktu. Benaya membunuh dua pahlawan Moab. Pada lain waktu ia membunuh singa dalam lubang pada hari bersalju. Kemudian hanya dengan tongkatnya, Benaya merebut tombak dari orang Mesir setinggi 7,5 kaki, membunuh dia dengan tongkat. Asael, Elhanan, Samot, dan daftar orang-orang perkasa lainnya yang bertindak berani. Di benak saya, saya bisa melihat mereka berdiri di sana, otot menggembung, pria berubang dengan toleransi sakit yang tinggi. Dan mereka yang tak terkalahkan dalam pertempuran. Tapi dalam setiap peristiwa, kemenangan adalah milik mereka, bukan karena kekuatan dan keahlian mereka, tetapi karena Tuhan di pihak mereka. Jari-Nya mengangkat timbangan yang menguntungkan mereka. Untuk musuh, itu adalah perang yang tidak adil. “Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi  yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda, rakyat mendapat kepercayaannya kembali” (2 Taw. 32:8).

 

Tuhan, biarlah saya menjadi salah satu prajurit perkasa-Mu di pertempuran kosmik ini.

 

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati.