Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Harian Umat Pilihan 1 Juli 2015

Gulma

“Jawab Yesus: ‘Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akarnya” (Matius 15:13).

Sepanjang hidupnya, ayah mertua saya dikenal sebagai ahli kebun. Sepengetahuan saya , ia tidak pernah tamat sekolah holtikultura resmi, tetapi semangat terbesarnya adalah berada di halaman atau taman, setia merawat tanamannya. Karena ia menghabiskan begitu banyak waktu bersama tanaman, dan mengenal setiap ancaman terhadap tanamannya. Jumlah air, pupuk, dan sinar matahari yang optimal, dukungan tambahan, mengurangi rumpun, siput berlendir, hama, kutu daun, kumbang tikus, penyakit jamur atau bakteri – mata yang terlatih dengan cepat menditeksi masalah, dan seperti seorang dokter yang baik, ia tampak secara baluriah mengetahui obat terbaik. Hasilnya, kebun terus menerus indah dan berlimpah buah-buahan dan sayuran yang memenangkan hadiah. Selama 40 tahun ia menjabat sebagai penjaga di Memorial Fuller Sanitarium/Hospital di South Attleboro, Massachusetts. Tanaman dan kebun sayur sendiri menerima perhatian kasih yang sama. Setelah pension, lingkungan di mana ia tinggal berubah menjadi kebun yang indah.

Sama seperti setiap tukang kebun Adam dan Hawa sejak diusir dari Taman Eden, pergumulan terbesar ayah adalah gulma. Di akhir masa pension ibu dan ayah tinggal bersama kami, jadi saya punya kesempatan belajar banyak sebelum ia meninggal. Saya ingat saat memerhatikan jarinya yang terlatih mencabut rumput muda dari antara tanaman kacangnya, mendengar dentingan cangkul usangnya menghantam kerikil sesekali, dan mendengarkan dia menjelaskan bahwa gulma sebagai tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak tepat. Secara sederhana ayah tidak memberikan kesempatan kepada gulma. Tidak peduli apa tugasnya hari itu, apakah saat mengikat tomat, saat memupuk butternut squash, atau saat menyiangi mawar, jika ia melihat gulma maka dia akan mencabutnya juga. Bahkan saat mengenakan jas dan dasi setelah pulang gereja, ia akan membungkuk untuk mencabut gulma. Setiap hari ia berpatroli di seluruh halaman dan kebun, dengan cepat mencabut dan menyerang gulma. Dia tidak mengabaikan gulma. Sesekali ia mengamati bahwa “gulma tumbuh sepanjang waktu. mereka tumbuh lebih cepat dari tanaman saya. Adalah lebih mudah untuk mencabut mereka ketika akar mereka sedikit.”

Kristus menggunakan gulma sebagai metafora untuk konsep, ide, dan ajaran yang tidak bearasal dari Bapa-nya di surga. Bernasib apakah ajaran seperti itu? Tuan kebun, Bapa, akan menarik mereka bersama akar. Betapa menyegarkan dan indah jika memiliki kepercayaan yang bebas dari gulma.

Tuhan, keyakinan asing apakah yang saya sukai? Tolonglah cabut gulma dari tanaman pikiran saya sekarang.

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati.