Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Pagi “Allahku Yang Ajaib” 3 Juni 2015

03 Juni 2015

Bakteri Hujan

Apakah engkau telah masuk sampai ke perbendaharaan salju ? (Ayub 38:22.)

Satu musim semi saya mengadakan perjalanan bersama sekelompok mahasiswa di Cherokee National Forest di atas Sungai Ocoee di kawasan timur Tennessee. Kami memiliki hari yang baik dan setengah ke perjalanan menjadi menyenangkan saat suhu menurun drastis dan badai salju aneh musim semi turun lebih satu kaki salju pada kami. Sejak itu bagian Tennessee tidak mendapatkan sangat banyak salju, kami pada awlnya terpesona oleh keindahan salju yang baru turun. Keindahan mereda dengan cepat, Namun, ketika kami menyadari bahwa sebagian besar siswa tidak siap untuk cuaca dingin salju untuk mendaki, apalagi salju saat berkemah. Kami memutuskan untuk memotong perjalanan kami dan mengambil rute terpendek ke tempat perlindungan dan aman. Itu lebih mudah, tetapi semua bisa bertahan. Tapi apa yang membuat salju aneh di musim semi?

Ahli Meteorologi tahu kapan hujan atau salju turun, udara perlu dipadatkan dengan uap air (yaitu, 100 persen relative kelembapan), menjadi dingin,dan memiliki materi mikroskopis bagi kelembapan untuk mengembunnya. debu, asap, dan partikel kecil jelaga dalam udara bekerja dengan baik, seperti halnya kristal es kecil. Tampaknya pengintian membantu mengarahkan molekul air sehingga mereka dapat dengan mudah membentuk kristal es. Para ilmuwan menyebut transmformasi dari gas dingin yang dipadatkan menjadi kristal es sebagai perubahan fase. Setelah telah terjadi, maka kristal es dengan mudah dapat tumbuh dan mulai jatuh. Sementara es jatuh mungkin dihangatkan dan menjadi tetesan hujan. Selama bertahun – tahun orang telah berusaha menabur di awan dengan berbagai jenis bahan untuk memadatkan awan dengan berbagai tingkat keberhasilan.

David Sands di Montana State University di Bozeman, Montana, telah berkerja dengan Pseudomonnas syringae, jenis bakteri yang biasa ditemukan hampir di mana-mana di permukaan luar –khususnya tanaman. Bakteri membuat protein dalam dinding sel yang menyediakan ribuan situs pemadatan. Mereka mengarahkan molekul air dengan efektif, menyebabkan pembekuan bahkan ketika suhu jauh di atas suhu beku normal. Seperti induksi bakteri beku pada tanaman menyebabkan kerusakan yang luas. Bakteri pasti terhanyut ke udara, karena dalam 70 persen dari kepingan salju baru-baru ini dipelajari bakteri mikroskopis dan protein ajaibnya ternyata menjadi tempat pengintian. Fenomena ini, disebut bioprecipitation, diyakini luas, karena dimanapun pasir tampak, ia telah menemukan bakteri di pusat kristal es. Mungkinlah ini bakteri pembuaat ajaib ini menjadi salah satu perbendahraan salju yang Allah tanyakan kepada Ayub?

Tuhan dari hujan, salju, hujan es, dan badai es, ilmu di balik presipitasi begitu sangat rumit, namun tampaknya Engkau melakukannya dengan mudah. Kami memuja Engkau sebagai pemberi setiap karunia yang baik.

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati.