Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Harian “Umat Pilihan” 25 Juni 2015

Kerendahan Hati

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mikha 6: 8).

Bila diurutkan dalam peringkat pentingnya ayat, maka saya menempatkan Mikha 6:8 salah satu peringkat atas. Perhatikan lagi. Ayat itu menekankan kepada kita bahwa Allah menunjukkan apa yang baik apa yang penting bagi kita. Kemudian menekankan lagi dengan bentuk pertanyaan: “Apakah yang dituntut TUHAN dari padamu?” Perhatikan bahwa itu tidak lain adalah yang Tuhan sarankan. Kemudian datang jawaban yang kita tidak bisa katakan lebih singkat atau jelas. Tiga perintah pendek yang kita dapatkan dari sebagai pernyataan ini menjadi misi pribadi bagi kita: “Berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”

Hari ini kita fokus kepada “berjalan dengan rendah hati.” Apakah rendah hati itu? Apakah alam memiliki contoh yang baik untuk menggambarkannya? Sebagian besar dari kita sangat tahu tentang struktur sosial kelompok serigala, kawanan kuda liar, atau kawanan ayam. Setiap jenis hewan menunjukkan apa yang bisa kita gambarkan sebagai urutan kekuasaan di mana beberapa hewan mendominasi hewan lain dalam kelompoknya. Beberapa ikan kecil bahkan memiliki hirarki dominasi, yang semuanya efektif menurunkan tingkat agresi yang merusak lalu memelihara organisasi komunitasnya.

Seekor serigala jantan yang dominan disebut pejantan karena biasanya sebagai kepala kumpulan serigala. Bersama dengan serigala betina pasangannya, maka keduanya bekerja sama untuk menjaga peraturan. Jantan dan betina pasangannya berdiri tegak, telinga tegak, ekor ke atas. Ketika mendekati sang serigala pejantan, maka serigala serigala yang lain bawahannya tetap merendahkan tubuh mereka ke tanah, telinga ke bawah, dan ekor ke bawah (atau bahkan dia antara kaki). Ketika sang pejantan mendekat, serigala-serigala itu bahkan berguling dan menunjukkan tenggorokkan mereka. Kadang-kadang mereka menguji sikap dan posisi sang pejantan, lalu perkelahian pun terjadi. Tapi biasanya, kawanan serigala memperlihatkan sikap tunduk kepada kepala kawanannya.

Ilustrasi dari alam ini agak menyakitkan karena dominasi. Namun perbedaan besar antara Allah dan kita tidak dapat dipahami. Meskipun Allah sangat membutuhkan hubungan sosial dengan kita, namun Dia jauh di atas kita dalam kekuasaan, kemuliaan, dan kehormatan. Itulah sebabnya dalah kebodohan bagi kita untuk menganggap Dia sama dengan kita. Jika hewan begitu berhati-hati untuk menunjukkan rasa hormat dan ketaklukan diri, tidaklah kita akan lebih memerhatikan bagimana kita menunjukkan rasa hormat dan menghormati Allah?

Tuhan, saya mengakaui Engakulah Tuhan dan Juruselamat. Dengan bertelut saya dengan rendah hati menyembah Engkau dalam ibadah karena Engkau telah membayar hukuman atas dosa saya, dan Engkau Mahatahu, Mahakuasa, Mahabijaksana, dan Mahakasih.

Bacaan Alkitab Tahunan Mari kita baca Mazmur 62, 63, 64, 65, 66, 67.

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati.