Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Harian Umat Pilihan 24 Juni

Countersteering

“Ada Jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut ” (Amsal 14 : 12)

Jika Anda adalah seorang pengendara sepeda motor atau sepeda yang berpengalaman, maka Anda mungkin terpesona pada konsep countersteering. Kemungkinan Anda telah memerhatikan dan mencobanya. Walaupun mungkin konsep itu belum pernah Anda tahu. Tidak perlu khawatir. Itu baik juga. Lain kali Anda berkendara cobalah dan melihat cara kerjanya.

Countersteering sepertinya kontraintusuisi. Ketika Anda naik sepeda mungkin ingin berbelok ke kiri, maka Anda cukup mencodongkan kiri ke kiri. Atau lebih masuk akal, ketika seseorang membelokkan setang kek kanan bila ia ingin pergi ke kanan. Countersteering terjadi ketika Anda berkendara sangat lambat dan setang akan sering tersentak sentak ke kiri-kanan agar tetap tegak tidak terjatuh, tetapi cobalah berkendara pada jalan menurun dengan cepat lalu pelajrilah apa yang sebenarnya anda lakukan untuk berbelok.

Anda akan cepat menyadari bahwa untuk berbelok ke kanan, Anda harus melakukan salah satu dari dua hal. Entah Anda menggeser berat badan Anda ke kanan dengan mencodongkan badan sesekali mengarahkan sedikit ke kiri lalu membuat sepeda Anda agak miring ke kanan, dan kemudian sepeda dapat berbelok ke kanan. “Cara yang salah” ini menjadi kebiasaan dan kita jarang menyadarinya. Untuk berbelok kiri, maka mengarahkan ke kanan. Dan untuk berbelok ke kanan, tapi mengarahkan kiri. Countersteering berlaku bagi semua kendaraan roda dua.

Dalam hal ini, pengendaraan sepeda bukaannya sedang bermain-main, tapi mari kita pelajari. Untuk mengubah arah sepeda atau sepeda motor, maka Anda harus mencodongkannya, karena itulah cara termudah agar sepeda keluar dari pusat gravitasinya dengan mengarahkan kea rah yang diinginkan. Jika Anda menginginkan tikungan yang lebih berbelok lagi, maka Anda akan mencondongkan badan lebih miring kea rah yang berlawanan. Makin miring anda bersandar maka semakin tepat jalur Anda di tikungan

Jadi bagaimana Anda menghentikan putaran? Cara terbaik adalah countersteering. Anda harus membuat pengendara dan sepeda motor kembali ke pusat gravitasi. Jadi, untuk berbelok ke kiri, Anda mengarahkan ke kiri. Saya bisa melihat Anda menggelengkan kepala. Anda ingin mencobanya? Hal itu dapat bekerja karena hokum fisika. Bila Anda melanggar hokum itu, maka Anda akan mendapat kecelakaan di jalan. Apakah Anda pernah mendapat kecelakaan di jalan rohani? Cobalah mengikuti hokum Allah. Hokum itu bekerja setiap kali kita menerapkannya . Terima kasih Tuhan hukum itu.

Tuhan, apakah Engkau ingin agar saya mengasihi musuh –musuh saya? Dan berbuat baik bagi mereka meskipun mereka memperalat saya? Bagaimanakah itu menjadi masuk akal? Saya akan melakukannya untuk-Mu. Saya akan mencoba dan melihat bagaimanakah itu bekerja.

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati