Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Harian Umat Pilihan 23 Juni

Sepeda Motor

“Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan” (Mazmur 38: 18)

Hari itu saya sedang mengendarai sepeda motor mengikuti teman saya. Sementara meluncur di jalan raya dengan kecepatan 55 km per jam,melihat teman saya dari belakang. Dia duduk tegak di sepeda motornya, satu tangan pada tiap setang, kaki di pedal, helm diikat dengan aman. Kemudian gambar keganjilan menyadarkan saya. Sepeda motor memiliki krom dan baja yang berat, dan teman saya menambah material yang lebih berat. Semua itu seimbang bertengger di dua roda karet kecil yang menyentuh jalan. Mengapa jalan. Mengapa sepeda motor itu tidak roboh?

Satu teori menunjukkan bahwa momentum sudut roda akan menolak kecenderunggan untuk jatuh. Meskipun saya tidak mengerti momentum sudut sepenuhnya, namun saya pernah memegangas roda sepeda dan meminta seseorang memutar roda dengan cepat. Dibutuhkan upaya yang besar untuk memutar roda agar berputar dari posisi vertikal ke posisi horizontal. Itukah yang membuat pengendara tidak jatuh?

Kemudian saya menemukan teori lain yang menunjukkan bahwa momentum sudut hanya sedikit pengaruhnya untuk membuat pengendara sepeda motor tetap regak. Dengan demikian lebih tergantung kepada keterampilan pengendara dalam menjaga sepeda motor mulai miring di satu sisi, maka pengendara akan mengarahkan sepeda motornya atau menggeser berat badan untuk memosisikan sepeda motor kepada pusat gravitasinya. Cara ini dapat bekerja dengan baik asalkan sepeda motor terus melaju dan setang bebas bergerak. Membatalkan momentum sudut tampaknya tidak singnifikan dalam mengubah cara mengendarai sepeda motor.

Pengendara sepeda motor hampir tidak memiliki usaha untuk tetap tegak saat mengendarai di jalan menurun. Mengentikan sepeda motor, atau melaju melawan alur di trotoar atau melakukan sesuatu yang menghalangi Anda mengendalikan sepeda motor kembali di bawah pusat grav itasi, atau untuk memertahankan sepeda motor tetap berdiri tiba-tibaakan menjadi sulit. Anda harus meletakkan kaki di bawah untuk menahan gravitasi, kalau tidak akan terjatuh. Mungkinkah ada kesejajaran tentang mengemudikan sepeda motor dengan perjalanan saya bersama Kristus? Apakah yang akan membuat saya jatuh secara rohani?

Terima Kasih, Tuhan, untuk sistem keseimbangan sensitif yang Engkau berikan kepada saya sehingga membuat sepeda saya tetap tegak saat berkendara. Tolong berikanlah sensitivitas yang sama pada perjalanan rohani saya sehingga saya tahu kapan saya dalam bahaya jatuh dan dapat menghindarinya dengan berhenti dan meletakkan kaki ke bawah. Keinginan saya adalah untuk terus maju bersama Engkau.

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati.