Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Harian Sepanjang Tahun “ALLAHKU YANG AJAIB” 18 Mei 2015

 

 

SUTERA

 

“Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu” (Yehezkiel 16:13).

 

Bukankah anda menyukai corak dan kehalusan kain sutera? Rasanya begitu lembut. Sisi yang pipih dari serat-serat segitiga sutera menghasilkan kemilau warna-warni. Banyak spesies serangga dan laba-laba yang membuat sutera, kebanyakan memintalnya dari kelenjar rumit yang menghasilkan campuran polimer protein, komponen-komponen perekat, dan pengeras. Beberapa yang paling terkenal adalah sutera laba-laba yang memintal jaring dari dua sampai empat pasang kelenjar di ujung perut laba-laba itu, dan serat yang dibuat oleh larva ngengat ulat sutera yang memintal kepompong dari dua kelenjar di kepalanya. Untuk membuat kain sutera yang tebal maka kepompong-kepompong dari larva ulat sutera direbus untuk melarutkan perekat yang mengikat gulungan serat sutera sepanjang satu mil dari satu kepompong supaya bisa terurai dan digabungkan dengan serat dari kepompong-kepompong lainnya untuk membuat untaian yang cukup besar menjadi seutas benang. Serangga-serangga lain yang membuat sutera termasuk berbagai jenis ulat daun, laba-laba dan juga serangga seperti semut, lebah, dan tawon.

 

Para ilmuwan material khususnya tertarik tentang bagaimana membuat serat yang kuat dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Serat-serat buatan membutuhkan bahan-bahan kimia yang kuat dan bersuhu tinggi yang mencemari lingkungan dan memerlukan banyak energi. Laba-laba dan larva ngengat menghasilkan sutera pada suhu lingkungan dalam larutan air. Sekarang ini para ilmuwan mempelajari produk dari kelenjar sutera untuk menentukan struktur molekul dan bagaimana serat-serat itu terbentuk.

 

Sebuah penelitian baru-baru ini difokuskan pada sutera yang dihasilkan oleh sejenis serangga hijau yang ramping dengan sayap lebar berlendir yang di Australia dinamai lacewing. Ketika lacewing betina siap untuk bertelur mula-mula dia akan mengeluarkan sutera cair dari sebuah kelenjar. Lalu dia menarik sutera cair itu menjadi puting sangat tipis yang mengeras dalam hitungan detik sebelum meletakkan sebutir telur di pucuk puting itu untuk menjauhkan telurnya dari pemangsa. Sutra lacewing merupakan jenis yang lebih kuat dan lebih tebal daripada berbagai jenis sutera lain serta lebih kenyal dan kaku. Karena sutera lacewing diawali sebagai cairan maka lebih mudah menghasilkannya ketimbang berbagai proses yang rumit dari laba-laba dan ulat sutera. Kita ingin tahu apa yang menyebabkan sehingga prosesnya lebih sederhana. Sejauh ini para peneliti telah mengidentifikasi dan mengurut gen yang membuat cairan itu dan sekarang telah diketahui bahwa protein dalam sutera itu adalah protein berserat yang menutup sendiri sama seperti cara bekerja pintu yang bisa terlipat. Demikianlah penelitian itu terus berlangsung.

 

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu” (Mazmur 104:24).

 

Sebagai Bacaan Alkitab Tahunan Untuk Hari Ini, Silahkan Dibaca: 2 Tawarikh 26,27,28

 

Selamat beraktifitas dan Tuhan memberkati.