Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Harian “Allahku yang Ajaib” 17 April 2015

17 April, 2015

Kelahiran

 

 

“Yesus menjawab, kata-Nya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah’” (Yohanes 3:3).

            Pernahkah Anda melihat saat bayi dilahirkan? Apakah ada sesuatu yang lebih luar biasa? Setidaknya satu perbandingan, saya berpikir tentang daftar yang panjang dan ribuan prosedur yang harus tepat, agar dapat menerbangkan pesawat ulang alik. Bila kita tahu, bahwa kelahiran bayi memiliki system hampir serumit peluncuran pesawat ke ruang angkasa. Pikirkanlah tentang hal ini. Bayi bernapas dan mengonsumsi cairan plasenta, menyediakan semua pendukung kehidupan melalui tali pusat, terus dipegang erat, mendengar setiap napas dan gelegak perut dari ibunya, dan tinggal di sebuah dunia hangat namun gelap. Kemudian, dalam waktu yang relative singkat, kepala bayi harus melalui enam manuver yang sangat spesifik untuk mendapatkan posisi yang tepat di jalan lahir. Hal ini harus terjadi, turun dan lentur, memutar internal, kemudian memperpanjang, mengembalikan sudut, dan memutar eksternal. Selama manuver tersebut, leher Rahim harus melebar atau dilonggarkan, dan kontraksi Rahim harus berirama, dari atas ke bawah, seolah-oleh memberi susu ke bayi. Hormon dan saraf system menjadi super sibuk. Setelah beberapa saat meremas dengan melilit, maka kita akan mendapatkan kelahiran yang berhasil. Bayi tiba-tiba keluar kepada cahaya dunia nyata dan menyilaukan dan jauh lebih dingin, suara jauh lebih keras, itu harus cepat beralih ke system pernapasan, lalu system gizi pun berbeda. Plasenta harus dikeluarkan, ibu mulai memproduksi air susu, dan bayi belajar untuk diberi makan dengan cara yang baru. Banyak program fisiologi terjadi pada setiap kelahiran. Saya tidak bisa bayangkan kompleksitas daftar yang dibutuhkan. Saya tidak yakin bahwa kita sudah menguasai semua langkah-langkah peristiwa yang sudah terjadi itu.

            Kelahiran kembali secara rohani bukan tentang perubahan fisiologis, tetapi lebih mengarah kepada hal yang disengaja, keputusan yang dipikirkan dengan baik untuk mengubah hidup seseorang kepada Dia yang ditinggikan di atas kayu salib demi kita. Itu adalah tentang regenerasi rohani. Dan itu adalah tentang mati bagi diri sendiri, akhirnya menyadari bahwa semua yang baik yang kita lakukan dalam usaha untuk mencapai surga tidak berarti apa-apa, kita harus beralih memercayai Tuhan sepenuhnya. Dengan sukacita kita harus mengundang Roh Kudus untuk bekerja pada hati kita. Proses ini juga merupakan misteri. Kita tidak mengerti hal itu sepenuhnya. Pergeseran kehidupan secara total dari seorang yang berpusat kepada diri sendiri kepada seorang yang berpusat kepada Allah, ini adalah kelahiran kehidupan rohani.

            Tuhan, saya memilih untuk mati bagi diri saya sehingga Engkau dapat melakukan perubahan yang saya inginkan menjadi hidup dalam kerajaan-Mu.