Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Pagi 27 Juni 2014 “Entropy Kronis”

27 Juni 2014

Entropy Kronis

 

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33).

            Saya sedang berjalan di tengah udara dingin Michigan sebelum matahari terbit, memikirkan banyaknya berita terkini yang tak henti-hentinya. Sementara merenungkan semua itu, dua kata muncul dalam benak saya. “Kronis” (seperti pada batuk atau sakit kepala)—dan kemudian di samping kata “Kronis” muncul kata “entropy”—satu kata yang diselipkan para ilmuwan ke dalam hukum kedua termodinamika untuk menggambarkan kehancuran alam semesta kita secara perlahan. “Entropy Kronis” kemudian menjadi gambaran yang cocok tentang kehidupan di planet belakangan ini, yang tak henti-hentinya bergerak kea rah kehancuran. Bukankah Anda setuju?

            Itu bukanlah suatu gagasan yang amat menyenangkan, menurut saya. Itula sebabnya bersama dengan baris ini, kita perlu dengan cepat menambahkan yang lain. Karena jika kita membaca bagian wahyu dari Kitab Suci dengan benar (Matius 24, Markus 13, dan Lukas 21, bersama dengan Daniel dan Wahyu), entropy kronis yang mereka semua gambarkan merupakan pertanda kedatangan kedua kali Kristus dan pemulihan akhir dari seluruh alam semesta yang sebelumnya di takdirkan untuk kehancuran. Dan itu artinya bahwa berita paling merusak yang kita sedang alami sekarang ini—dari kemerosotan moral dan ekonomi masyarakat, kepada kehancuran ekologi dan gereja di dunia—semua itu adalah jaminan nubuatan bahwa di belakang berita “terburuk” ada janji berita terbaik dari semua itu, kedatangan Yesus yang segera. “Entropy kronis,” menemui untaian lain: “Pengharapan berkat!”

            Tidak heran, pada malam kematian-Nya sendiri, Yesus memanggil kita kepada keyakinan cerah: “Di dunia, kalian akan menghadapi satu demi satu berita yang melumpuhkan—tetapi jangan takut, bersukacitalah, karena Aku telah mengalahkan entropy kronis zaman ini; dan Aku akan datang kembali” (lihat Yoh 14:1-3; 16:33).

            Renungkan pemikiran tentang janji Yesus ini: “Apa pun kesengsaraan yang kiranya akan datang kepada kita di dunia ini, kita harus tetap gembira, mengetahui bahwa Kristus telah mengalahkan dunia. Kita akan mengalami kesengsaraan di dunia, tetapi damai sejahtera dalam Yesus Kristus. Palingkan pandangan Anda dari dalam, dan pandang kepada Yesus, yang adalah penolong Anda satu-satunya” (Review and Herald, 19 Mei 1896).

            “Entropy kronis,” temui Juruselamat, dan bergembiralah!