Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Renungan Pagi 21 Juni 2014 “Mengait Harapan”

21 Juni 2014

MENGAIT HARAPAN

 

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin” (Efesus 3:20,21).

            Sebagaimana komentar sinis oleh Guardian London: “Kesalahan apa pun yang mungkin dilakukan oleh Maria D’Antuono, membuang-buang waktu bukanlah di antaranya.” Wanita berusaha 98 tahun itu adalah salah  seorang yang bertahan hidup ditarik keluar dari reruntuhan gempa bumi berskala 6,3 yang menimpa Italia tengah. Selama 30 jam yang gelap dan tak berkesudahan ia berbaring terjebak di bawah reruntuhan rumahnya, tidak jauh dari pusat gempa L’Aquila. Tetapi mereka menemukan dia! Dan saat wanita lanjut usia itu di bawah ke tempat aman di tengah sambutan gembira orang banyak yang menyaksikan, seseorang bertanya kepadanya apa yang ia telah lakukan untuk  mengisi waktu berjam-jam menunggu dan mengharapkan penyelamatan. Dunia runtuh di sekitarnya—tetapi wanita kepala rumah tangga berusia 98 tahun itu bertahan dengan sebuah kait, satu gulung benang, dan hati penuh pengharapan.

            Gempa bumi sekalipun tidak dapat menguburkan harapan. “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya” (Matius 28:2). Musuh-musuh bisa saja menumpuk ribuan Gunung Everest di atas taman makam Yesus—tetapi tidak akan ada bedanya, karena sekalipun gempa bumi, itu tidak dapat menguburkan harapan. “Akulah kebangkitan dan hidup!” Pengharapan umat manusia dibuat selamanya aman. Kematian bisa mengubur kita, tetapi kuasa Juruselamat yang telah bangkit, pengharapan kita akan dibangkitkan.

            Dan adakah bedanya bagi banyak sekali krisis yang datang menerpa kita, menguburkan kita di bawah bebannya yang menghancurkan, membuat hidup dan pengharapan di makamkan? Secara emosional, finansial, social, fisik, spiritual Anda mungkin merasa terkubur sekarang ini di dalam reruntuhan. Tidak ada jalan keluar dari reruntuhan itu, tidak ada harapan adanya penyelamatan, tidak ada janji kebangkitan. Tetapi jangan ulangi kekeliruan dalam perhitungan 11 murid yang lupa menghitung kemahakuasaan Ilahi ke dalam krisis mereka. Karena baru setelah itu mereka mendapati bahwa betapapun berat batu yang menguburkan kita, Kristus yang telah bangkit bisa menggulingkannya.

            Jadi taruhlah jari Anda pada janji kebangkitan ini dan kaitkan masa depan Anda dengan pengharapan baru. “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” (Ef. 3:20).